PALU, beritapalu.id – Pemerintah Kota Palu memperpanjang masa pembelajaran daring akibat kualitas udara yang kembali memburuk hingga masuk kategori tidak sehat.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu, Presly Tampubolon, di Rumah Jabatan Wali Kota pada Rabu (21/10/2026).
Wali Kota menjelaskan bahwa kondisi udara sempat membaik dalam dua hingga tiga hari terakhir. Namun,data terbaru BMKG yang diterima BPBD menunjukkan penurunan kembali.
Pemantauan parameter partikulat mencatat PM1 di angka 157 µg/m³, PM2.5 di angka 150 µg/m³ (Tidak Sehat), dan PM10 di angka 159 µg/m³ (Tidak Sehat) di tengah cuaca cerah berawan.
“Artinya, udara di Kota Palu saat ini masih dalam kondisi kurang baik atau tidak sehat,” ujar Hadianto.
Pemerintah daerah akan memantau perkembangan kualitas udara hingga Sabtu (23/10/2026) atau Minggu (24/10/2026). Kepastian mengenai pembukaan kembali pembelajaran tatap muka pada Senin (26/10/2026) akan diumumkan setelah evaluasi tersebut.
“Kami berharap pembelajaran tatap muka bisa secepatnya dilaksanakan. Mari kita berdoa agar kondisi udara segera membaik,” tambahnya.
Selain imbauan untuk sektor pendidikan, Wali Kota meminta para orang tua aktif menjaga kesehatan anak-anak.
Warga yang merasa kurang sehat, serta penderita gangguan jantung, pernapasan, atau asma, diimbau disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Setiap satuan pendidikan juga diminta mematuhi seluruh edaran resmi pemerintah demi keselamatan bersama.











