KomunitasSigi

Hadapi Perubahan Iklim, Petani Puroo Didorong Kembangkan Agroforestri Kopi-Durian

×

Hadapi Perubahan Iklim, Petani Puroo Didorong Kembangkan Agroforestri Kopi-Durian

Sebarkan artikel ini

SIGI – Petani di Desa Puroo, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, didorong mengembangkan sistem agroforestri dengan memadukan tanaman kopi dan durian untuk menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus memperkuat sumber pendapatan keluarga.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pengembangan agroforestri yang diselenggarakan Karsa Institute bersama SNV dengan dukungan Project SOLUSI di Balai Desa Puroo, 15–16 Oktober 2026.

Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai pengelolaan kebun yang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan, termasuk perubahan suhu, pola curah hujan yang tidak menentu, dan cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman kopi.

Trainer Karsa Institute, Nirwan Sahiri, mengatakan perpaduan tanaman kopi dan durian dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Menurutnya, agroforestri tidak hanya berorientasi pada produksi pertanian, tetapi juga memperhatikan kelestarian tanah, tata air, dan keberlanjutan sumber penghidupan petani.

“Dengan memadukan tanaman kopi dan durian, petani tidak hanya menjaga kelestarian tanah dan tata air, tetapi juga mendiversifikasi hasil panen dan sumber pendapatan mereka,” kata Nirwan.

Diversifikasi tersebut diharapkan membantu petani menjaga ketahanan ekonomi keluarga ketika perubahan iklim memengaruhi hasil panen salah satu komoditas.

Dalam pelatihan itu, peserta juga memperoleh penjelasan teknis mengenai pengaturan jarak tanam, pengelolaan naungan, pemangkasan, hingga pemupukan yang seimbang.

Penyuluh Pertanian, Irfan, mengatakan penataan kebun dan pemeliharaan tanaman menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas kopi dalam sistem agroforestri.

“Kunci keberhasilan agroforestri kopi terletak pada penataan kebun yang tepat, mulai dari mengatur jarak tanam, pengelolaan naungan, hingga teknik pemeliharaan rutin seperti pemangkasan dan pemupukan yang seimbang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tanaman kopi dapat tumbuh optimal di bawah naungan tanaman keras seperti durian apabila kebun ditata dan dipelihara dengan baik. Pola tersebut juga dapat membantu mengurangi paparan panas berlebih dan risiko erosi tanah.

Melalui pelatihan ini, petani Desa Puroo diharapkan dapat menerapkan pola tanam kopi-durian secara berkelanjutan sesuai kondisi lahan masing-masing.

Pengembangan agroforestri tersebut diharapkan tidak hanya mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga membangun agroekosistem yang lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim serta membuka peluang diversifikasi pendapatan bagi petani.

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: Senin, 19 Okt 26
Untuk update berita di beritapalu.id, ikuti saluran kami di sini: Saluran WhatsApp