PALU – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menegaskan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik aman, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan.
Pesan itu disampaikan Imelda saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah penerima MBG di Kota Palu, Rabu (23/9/2026).
Dalam sidak tersebut, Imelda bersama Satgas MBG Kota Palu mengunjungi Dapur SPPG Pantoloan, SPPG Talise 3, SMP Satu Atap Layana Indah, dan SMP Negeri 17 Palu.
Imelda mengatakan, secara umum makanan yang disajikan tidak ditemukan persoalan dari sisi kualitas. Namun, terdapat sejumlah catatan, terutama terkait variasi menu, sanitasi, pengelolaan limbah, serta pengemasan dan penyimpanan bahan pangan.
“Yang paling banyak saya lihat itu pengolahan limbah. IPAL-nya masih menjadi pekerjaan rumah karena belum sesuai ketentuan,” ujar Imelda.
Ia menegaskan setiap SPPG harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tenaga juru masak bersertifikat kompetensi, serta sistem pengelolaan limbah sesuai standar kesehatan lingkungan.
Menurut Imelda, pengawasan dilakukan sebagai langkah preventif agar potensi persoalan dapat segera ditemukan dan diperbaiki sebelum berdampak kepada anak-anak penerima manfaat.
“Kami turun lebih awal agar mitigasi bisa dilakukan sedini mungkin,” katanya.
Pemkot Palu menargetkan 11 dari 37 SPPG yang beroperasi di Kota Palu menjadi sasaran pengawasan. Pemantauan akan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik.











