SIGI, beritapalu.ID | Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Palu menggelar panen perdana 2.000 tongkol jagung hasil kerja warga binaan di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (5/5/2026).
Panen ini menjadi bukti konkret bahwa lahan seluas sekitar 1.200 meter persegi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini produktif menghasilkan komoditas pangan.
Dalam kegiatan yang sama, ditaburkan pula 1.000 bibit ikan nila sebagai langkah lanjutan pengembangan sektor perikanan. Program pertanian dan perikanan ini dirancang terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi — termasuk potensi penyerapan hasil oleh pihak ketiga yang dapat mendukung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan memberikan premi bagi warga binaan.
“Kita ingin pembinaan tidak hanya berjalan, tetapi menghasilkan. Ini bukti bahwa warga binaan mampu produktif dan memberi nilai tambah.”
— Bagus Kurniawan, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng
Kepala LPP Palu, Yoesiana, menyebut panen ini sebagai hasil dari optimalisasi lahan yang sebelumnya dibiarkan tidak produktif. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian, perikanan, dan kewirausahaan — bekal nyata yang bisa mereka bawa kembali ke masyarakat.
“Ini panen perdana dari lahan yang dulunya tidak dimanfaatkan. Sekarang, menjadi area pertanian dan perikanan dengan luas kurang lebih 1.200 meter persegi dan melibatkan langsung warga binaan.”
— Yoesiana, Kepala LPP Kelas III Palu
Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial kepada enam warga sekitar sebagai bentuk keterlibatan sosial lembaga pemasyarakatan terhadap komunitas di sekitarnya. Bagus menegaskan, seluruh program sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong kemandirian warga binaan serta kontribusi nyata terhadap penyediaan pangan bergizi.











