FotoInspirasi

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Buntiede

×

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Buntiede

Share this article
Menjelang petang, menatap atmosfir Kota Palu dari Buntiede. (Foto: bmzIMAGES/basri Marzuki)

Tak hanya layak dikunjungi, tapi juga sangat layak menjadi sumber inspirasi. Bagaimana tidak, kawasan wisata alam perbukitan bernama Buntiede yang terletak di Desa Padende, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi ini dicetuskan oleh 10 pemuda desa setempat.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Kalau Bung Karno berujar “Beri aku 10 pemuda, maka aku akan guncang dunia”. Tapi kalau dalam konteks ini, “Beri aku 10 pemuda Desa Padende, maka aku akan guncang Kabupaten Sigi”.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Ide kawasan wisata alam itu lahir dari “kegelisahan” 10 pemuda itu. Desanya cukup “kaya”, potensi SDAnya berlimpah. “Kenapa ini tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan rakyat?” kata Noviansyah, sang pemuda inisiator itu.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Bersama pemuda lainnya, ide itu dipresentasikan di depan Pemdes. Tanah milik desa yang ada diperbukitan seluas lima hektare disetujui dikelola kelompok pemuda desa itu.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Jangan bilang ada dana desa digelontorkan untuk itu. Tidak ada sama sekali. Semua pembenahan untuk mewujudkan kawasan wisata alam itu semuanya dilakukan secara swadaya oleh kelompok pemuda itu.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Kini mereka sedang melakukan pembenahan. Berbagai sarana dan prasarana sedang dibuat untuk saatnya dibuka bagi publik. Tunggu saja dalam waktu dekat ini.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Keren bin indah plus nyaman di sana. Saya sudah kesana tadi dan sedang berencana camping ground dalam waktu dekat ini. Gass poolll

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Selengkapnya disini –> https://beritapalu.id/2021/10/25/10-pemuda-cetuskan-kawasan-wisata-alam-buntiede-di-desa-padende/

#youngman #inspiration #tourism #naturaltourism #hills #padende #sigi #bmzimages

Foto-foto ini sudah ditayangkan di laman instagram akun @bmz_bmz

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 25 October, 2021
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.

Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menaiki bus TransPalu untuk menumpang ke kantor di salah satu halte bus di Palu. Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Editorial

Perubahan besar terjadi di halte-halte Bus TransPalu Kota Palu sejak awal minggu ini. Tempat-tempat yang biasanya sepi, kini dipenuhi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantre dengan sabar menunggu bus tiba.