FotoPalu

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sopir dan Pemudik

×

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sopir dan Pemudik

Share this article
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan seorang penumpang yang akan mudik melalui angkutan darat di salah satu biro angkutan di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/4/2024). PT Jasa Raharja bersama Unit Dokkes Polda Sulteng proaktif mendatangi biro-biro pengangkutan dan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada penumpang mudik untuk menjamin kelancaran, kenyamanan dan keamanan selama mudik lebaran. bmzIMAGES/Basri Marzuki
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan seorang penumpang yang akan mudik melalui angkutan darat di salah satu biro angkutan di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/4/2024). PT Jasa Raharja bersama Unit Dokkes Polda Sulteng proaktif mendatangi biro-biro pengangkutan dan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada penumpang mudik untuk menjamin kelancaran, kenyamanan dan keamanan selama mudik lebaran. bmzIMAGES/Basri Marzuki
bp-Antara-Pemeriksaan-kesehatan-penumpang-mudik-di-Palu-040424-bmz-4
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan seorang penumpang yang akan mudik melalui angkutan darat di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/4/2024).
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan seorang penumpang yang akan mudik melalui angkutan darat di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/4/2024).

Petugas kesehatan memeriksa kesehatan seorang penumpang yang akan mudik melalui angkutan darat di salah satu biro angkutan di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/4/2024). PT Jasa Raharja bersama Unit Dokkes Polda Sulteng proaktif mendatangi biro-biro pengangkutan dan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada penumpang mudik untuk menjamin kelancaran, kenyamanan dan keamanan selama mudik lebaran. bmzIMAGES/Basri Marzuki

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 4 April, 2024
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.