PALU, beritapalu.ID | Sejumlah jurnalis dari berbagai media dan organisasi pers menggelar aksi damai di Tugu Nol Kilometer Kota Palu, Minggu (3/5/2026) sore memperingati World Press Freedom Day 2026 atau Hari Kebebasa Pers Sedunia.
Mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, dan bergantian berorasi dengan penuh semangat. Aksi itu digelar sedikitnya karena ada fakta bahwa mayoritas jurnalis di Sulawesi Tengah masih menerima upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), bahkan setelah bertahun-tahun bertugas.
Data tersebut berasal dari survei AJI Kota Palu yang menjadi salah satu dasar pernyataan sikap Koalisi Roemah Jurnalis Sulawesi Tengah — koalisi yang terdiri dari AJI Kota Palu, IJTI Sulawesi Tengah, PFI Palu, AMSI Sulteng, JMSI Sulteng, pers mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil. Koordinator aksi, Muhajir, memimpin jalannya demonstrasi yang berlangsung dari pukul 15.00 WITA.
Koalisi menilai persoalan kesejahteraan dan kebebasan pers tidak bisa dipisahkan. Jurnalis yang hidup di bawah tekanan ekonomi, menurut koalisi, lebih rentan terhadap intervensi dan swasensor — yang pada akhirnya merusak independensi dan kualitas pemberitaan.
“Tanpa jurnalis yang sejahtera dan merdeka, tidak akan ada pers yang benar-benar bebas.”
— demikian pernyataan Koalisi Jurnalis
Ancaman terhadap jurnalis di lapangan pun tak kalah nyata. Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat intimidasi saat peliputan, intervensi terhadap redaksi, dan praktik swasensor akibat tekanan ekonomi dan politik.
Gambaran ini sejalan dengan data nasional: AJI Indonesia mencatat 91 kasus kekerasan terhadap jurnalis sepanjang 2025, sementara Indonesia melorot ke peringkat 129 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers 2026 versi Reporters Without Borders (RSF) dengan kategori “sulit” — turun dua peringkat dari tahun sebelumnya.
Melalui aksi ini, koalisi mendesak perusahaan media untuk memenuhi hak-hak pekerja jurnalis, termasuk upah layak, jaminan sosial, dan penghentian praktik kerja yang tidak adil. Mereka juga mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperkuat perlindungan terhadap jurnalis di lapangan.
Koalisi menutup pernyataan sikapnya dengan seruan yang menggaung di tengah keramaian Tugu Nol Kilometer sore itu: “Lindungi jurnalis dan media. Hentikan impunitas. Lawan sensor. Selamatkan demokrasi.”











