BisnisKomunitasPalu

OJK Perkuat Literasi Keuangan Calon Pekerja Migran Indonesia

×

OJK Perkuat Literasi Keuangan Calon Pekerja Migran Indonesia

Share this article

Remitansi PMI Capai 15,70 Miliar USD Tahun Lalu

Foto bersama usai sosialisasi literasi keuanagn bagi pekerja migran di Palu, Rabu (13/5/2026). (©OJK Sulteng)
Foto bersama usai sosialisasi literasi keuanagn bagi pekerja migran di Palu, Rabu (13/5/2026). (©OJK Sulteng)

OJK Sulteng sosialisasi literasi keuangan bagi 150 calon PMI dengan fokus pengelolaan keuangan bijak, mitigasi risiko penipuan, dan migrasi aman legal. Remitansi PMI menjadi devisa terbesar kedua Indonesia setelah migas — pemahaman keuangan krusial untuk maksimalkan manfaat.

PALU, beritapalu.ID | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di STIKES Bala Keselamatan Palu, dengan peluncuran Buku Saku Literasi Keuangan bertema “PMI Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju”. Kegiatan ini melibatkan 150 peserta dari kalangan mahasiswa, calon PMI, akademisi, dan stakeholder terkait. Inisiatif ini merupakan bentuk komitmen OJK untuk memperkuat kesiapan finansial calon PMI sebelum bekerja di luar negeri, terutama mengingat kontribusi remitansi PMI yang sangat signifikan bagi ekonomi nasional.

Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi pekerja migran Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 15,70 Miliar USD, setara dengan Rp 263,8 triliun, dan menjadi penghasil devisa terbesar kedua setelah migas. Angka ini menunjukkan kontribusi besar PMI terhadap perekonomian nasional melalui pengiriman uang ke daerah asal yang turut meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mempercepat pembangunan lokal. Namun, kontribusi ini hanya dapat dimaksimalkan jika PMI memiliki literasi keuangan yang memadai untuk mengelola penghasilan secara bijak dan produktif.

“Melalui kegiatan ini, OJK mendorong calon pekerja migran Indonesia agar tidak hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu mengelola pendapatan secara bijak, aman, dan produktif sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi diri sendiri maupun keluarga.”

— Bonny Hardi Putra, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah

OJK bekerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran (BP3MI) Sulawesi Tengah untuk membekali calon PMI dengan pemahaman komprehensif tentang pengelolaan keuangan, penggunaan layanan jasa keuangan formal, perlindungan data pribadi, dan kewaspadaan terhadap penipuan dan kejahatan finansial digital. Calon PMI juga dibekali informasi tentang peluang kerja luar negeri yang legal, prosedur migrasi aman, dan pentingnya bekerja melalui jalur resmi untuk memperoleh perlindungan hukum dan pemenuhan hak sebagai pekerja migran.

Kepala OJK Bonny Hardi Putra menekankan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi calon PMI sangat penting untuk meminimalkan risiko penipuan, pengelolaan utang yang tidak sehat, penyalahgunaan rekening dan data pribadi, hingga tindak kejahatan keuangan digital yang masih sering menyasar pekerja migran Indonesia. Kegiatan menghadirkan narasumber dari OJK, pelaku usaha jasa keuangan, dan stakeholder terkait untuk memberikan perspektif beragam tentang peluang dan tantangan finansial bagi PMI.

OJK Sulawesi Tengah berharap bahwa dengan literasi keuangan yang kuat, calon PMI tidak hanya siap menghadapi dunia kerja luar negeri tetapi juga mampu memanfaatkan hasil kerja secara optimal. Kesiapan finansial yang baik diharapkan dapat membantu PMI mengelola remitansi dengan bijak, mengurangi risiko penipuan, dan memastikan dana yang dikirimkan ke keluarga benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di daerah asal

 

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 13 May, 2026

Leave a Reply