Palu

Kakanwil Ditjenpas Beri Penghargaan Petugas Rutan Palu

×

Kakanwil Ditjenpas Beri Penghargaan Petugas Rutan Palu

Share this article

Integritas dan Ketelitian Benteng Utama Lawan Narkoba

Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan (tengah) berfoto bersama Ni Made Ray Chintia (pegawai) dan Ahmad Saiful (peserta Magang Nasional) yang telah menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam Rutan Palu, Rabu (13/5/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan (tengah) berfoto bersama Ni Made Ray Chintia (pegawai) dan Ahmad Saiful (peserta Magang Nasional) yang telah menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam Rutan Palu, Rabu (13/5/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)

Bagus Kurniawan hargai Ni Made Ray Chintia dan Ahmad Saiful yang gagalkan penyelundupan narkoba via barang bawaan dan tubuh pembesuk. Kakanwil tegaskan penggeledahan ketat tanpa terkecuali — termasuk pejabat — dan jangan ada “perlakuan khusus”.

PALU, beritapalu.ID | Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulteng, Bagus Kurniawan, memberikan penguatan sekaligus penghargaan kepada petugas berprestasi di Rutan Kelas IIA Palu, Rabu (13/5/2026). Penghargaan diberikan kepada Ni Made Ray Chintia (pegawai) dan Ahmad Saiful (peserta Magang Nasional) atas keberhasilan mereka menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam Rutan Palu melalui barang bawaan dan bagian tubuh pembesuk. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pemberantasan narkoba dan praktik ilegal di lingkungan pemasyarakatan.

Bagus menegaskan bahwa keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari kewaspadaan, integritas, dan kepedulian terhadap marwah organisasi. Menurutnya, integritas, ketelitian, dan keberanian petugas merupakan benteng utama dalam menjaga lapas dan rutan tetap bersih dari narkoba. Ia berharap budaya seperti ini terus dijaga dan diperkuat di seluruh jajaran pemasyarakatan Sulteng.

“Keberhasilan ini bukan kebetulan. Ini hasil dari kewaspadaan, integritas, dan kepedulian terhadap marwah organisasi. Saya ingin budaya seperti ini terus dijaga dan diperkuat.”

“Jangan pernah jadi pengkhianat organisasi. Profesi ini adalah amanah dan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.”

— Bagus Kurniawan, Kakanwil Ditjenpas Sulteng

Bagus menekankan bahwa pemberantasan handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan sistem keamanan, tetapi harus ditopang kontrol manajerial yang kuat dari seluruh lini organisasi. Kepala UPT, pejabat struktural, hingga petugas pengamanan memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan mekanisme pengawasan berjalan sesuai standar operasional prosedur. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pembiaran — semua pimpinan wajib aktif melakukan monitoring, pengawasan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di lapangan.

Bagus juga menegaskan pentingnya penerapan pemeriksaan ketat terhadap seluruh pihak yang masuk ke dalam rutan tanpa pengecualian, termasuk pejabat maupun petugas internal. “Penggeledahan harus dilakukan kepada siapa saja sesuai aturan. Tidak boleh ada perlakuan khusus. Pimpinan juga harus menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang bersih dan disiplin,” tegas Bagus. Pesan ini menjadi reminder bahwa integritas harus diterapkan secara konsisten dan tanpa terkecuali di semua tingkat hierarki organisasi.

Kepala Rutan Kelas IIA Palu, Wachid Kurniawan, memastikan jajarannya akan terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan dalam setiap layanan kunjungan maupun pemeriksaan barang bawaan. Komitmen ini, lanjut Wachid, tidak boleh berhenti pada satu keberhasilan — Rutan Palu akan terus dijaga agar bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan pungutan liar. Salah satu penerima penghargaan, Ni Made Ray Chintia, mengaku bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, ketelitian, dan keberanian.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng menunjukkan bahwa perang melawan narkoba dan praktik ilegal di lapas maupun rutan tidak hanya dilakukan melalui razia intensif, tetapi juga melalui penguatan integritas, pemberian apresiasi kepada petugas berprestasi, dan pembangunan budaya kerja yang konsisten menjaga marwah pemasyarakatan. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel dan responsif terhadap upaya pencegahan narkoba di tingkat grassroot.

 

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 13 May, 2026

Leave a Reply

Peluncuran Palu Mapan dalam rapat evlauasi TPID di Palu, Selasa (12/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Ridwan)
Palu

Pemerintah Kota Palu meluncurkan program unggulan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 bernama “Palu Mapan” (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan)