PALU, beritapalu.ID | Kanwil Ditjenpas Sulteng menggelar pameran produk karya warga binaan bertajuk Gerakan Cinta Produk Narapidana sebagai strategi baru menghubungkan hasil pembinaan dengan pasar.
Kegiatan yang berlangsung meriah di Lapas Kelas IIA Palu, Jumat (10/4/2026), menjadi upaya konkret membangun kemandirian ekonomi dan mengubah persepsi publik tentang kapasitas warga binaan.
Dipimpin Pelaksana Harian Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Irpan, pameran ini menghadirkan etalase capaian pembinaan yang mengarah pada nilai ekonomi dan daya saing produk di pasar publik.
“Ini adalah bentuk kepercayaan diri bahwa hasil pembinaan kita punya kualitas dan layak bersaing. Kita ingin publik melihat langsung bahwa warga binaan mampu berkarya dan produktif,” tegas Irpan, menekankan produk harus berani tampil dan bersaing di ruang publik.
Pameran yang dihadiri kepala UPT pemasyarakatan dan imigrasi ini menampilkan beragam produk unggulan dari kerajinan hingga olahan makanan. Anyaman rotan, kain tenun Donggala, kerajinan kayu, tempurung kelapa, dan tas rajut menjadi daya tarik utama. Sementara untuk produk makanan, bawang goreng, keripik pisang, ranggina kacang, sambal roa, dan abon turut menarik minat pengunjung.
Lebih signifikan, pameran ini mendorong transaksi langsung. Sejumlah pengunjung melakukan pembelian sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan warga binaan. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu Muhammad Akmal turut membeli produk hasil karya warga binaan, menunjukkan komitmen konkret terhadap gerakan ini.
Akmal menilai produk warga binaan memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas. “Produk-produk ini bukan hanya layak di pasar lokal, tapi juga punya peluang untuk bersaing di tingkat yang lebih luas, bahkan internasional,” ungkapnya.
Irpan menekankan gerakan ini merupakan upaya membangun ekosistem pembinaan berkelanjutan dengan dampak ekonomi. “Kita dorong agar hasil pembinaan tidak berhenti di dalam, tapi bisa terhubung dengan pasar. Ini bagian dari membangun kemandirian warga binaan,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari semarak menuju Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, sekaligus memperlihatkan arah baru pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada pembinaan tetapi juga pemberdayaan ekonomi. Melalui gerakan ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng ingin membangun kepercayaan publik bahwa warga binaan memiliki kapasitas untuk berubah, berkarya, dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.











