Hukum-KriminalPaluSigiSulteng

Razia Serentak di LPP dan LPKA Palu, Semua Tes Urine Negatif

×

Razia Serentak di LPP dan LPKA Palu, Semua Tes Urine Negatif

Share this article
Petugas memeriksa warga binaan pada razia di Lapas Perempuan di Sigi, Senin (25/5/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Petugas memeriksa warga binaan pada razia di Lapas Perempuan di Sigi, Senin (25/5/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)

PALU, beritapalu.id | Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulteng menggelar operasi penggeledahan serentak di dua lokasi pemasyarakatan: Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Palu dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu. Operasi yang dilakukan Senin (25/5/2026) itu bertujuan memperkuat deteksi dini dan mencegah peredaran handphone ilegal, narkotika, pungutan liar, dan penipuan (Halinar).

Operasi di LPP Kelas III Palu dipimpin langsung Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan, melibatkan aparat Babinsa Koramil 1306-04/Dolo dan Bhabinkamtibmas Polsek Dolo. Tim melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh kamar hunian dengan pengawasan ketat namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.

“Kegiatan penggeledahan dan tes urine ini merupakan langkah nyata penguatan deteksi dini. Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi handphone ilegal, narkotika, maupun barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” tegas Bagus Kurniawan.

Dari penggeledahan di LPP, petugas menemukan berbagai barang terlarang termasuk sendok stainless, garpu, gunting, gunting kuku, silet, hekter, jarum, paku, peniti, korek api gas, rokok, botol kaca, pisau, dan hanger besi. Semua barang langsung diamankan untuk dimusnahkan sesuai prosedur.

Operasi serupa juga dilakukan di LPKA Kelas II Palu dipimpin Stady Steven Umboh, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan atas nama Bagus Kurniawan. Operasi melibatkan Kepala LPKA Kelas II Palu Welli dan Bhabinkamtibmas Polsek Palu Selatan Moh. Ridho.

Di LPKA, petugas menemukan kartu domino dan remi, gesper berkepala besi, mata anak panah, dan sendok stainless. Barang-barang tersebut juga diamankan untuk disita dan dimusnahkan.

Tes urine dilakukan terhadap 30 warga binaan di LPP dan 10 anak binaan di LPKA yang dipilih secara acak. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes dinyatakan negatif narkotika.

Stady Steven Umboh menegaskan bahwa razia merupakan bagian dari penguatan deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban. “Pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh. Kami terus memperkuat langkah deteksi dini sebagai upaya menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan kondusif,” kata Stady.

Bagus Kurniawan menyatakan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala di seluruh lapas, rutan, dan LPKA di Sulawesi Tengah. “Komitmen kami jelas, menciptakan lapas dan rutan yang bersih, aman, dan bebas dari handphone ilegal maupun narkoba. Pengawasan akan terus diperkuat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh aparat kepolisian yang terlibat. Sertu Sugiono (Babinsa) dan Moh. Ridho (Bhabinkamtibmas) menekankan pentingnya sinergi antara petugas pemasyarakatan dan aparat penegak hukum dalam mencegah masuknya barang-barang terlarang.

Kedua operasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai, menegaskan komitmen Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari praktik Halinar.

 

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 26 May, 2026

Leave a Reply