PALU, beritapalu.id | Kanwil Ditjenpas Sulteng melaksanakan pemetaan kompetensi 25 Aparatur Sipil Negara melalui Computer Assisted Competency Test (CACT) dan asesmen jabatan untuk memastikan pengisian posisi jabatan dilakukan secara objektif dan berbasis kompetensi. Kegiatan ini melibatkan delapan pejabat penilai dari jajaran Kanwil Ditjenpas Sulteng.
Proses pemetaan kompetensi mengukur kemampuan pegawai dari aspek manajerial, sosial kultural, dan kompetensi teknis. CACT dilaksanakan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Badan Kepegawaian Negara (UPT BKN) Palu, sementara asesmen jabatan dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Palu.
Penilaian dilakukan oleh empat tim penilai yang terdiri dari pejabat struktural di lingkungan pemasyarakatan. Tim Penilai 1 dipimpin Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan bersama Kepala Bapas Kelas I Palu M. Nur Amin. Tim Penilai 2 terdiri dari Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Maulana Luthfiyanto dan Kepala Lapas Kelas IIA Palu Makmur.
Tim Penilai 3 dipimpin Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Stady Steven Umboh bersama Kepala Rutan Kelas IIA Palu Wachid Kurniawan Budi Santoso. Sementara Tim Penilai 4 terdiri dari Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Feri Hermawan dan Kepala LPKA Kelas II Palu Welli.
Saat ini, terdapat lima posisi jabatan eselon V yang masih kosong di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulteng. Kondisi ini mendorong organisasi untuk melakukan langkah sistematis dalam pengisian posisi jabatan dengan mempertimbangkan kemampuan riil calon pejabat.
Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan menjelaskan bahwa proses seleksi melalui dua tahapan dirancang untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang objektif dan terukur. “Kami ingin memastikan setiap jabatan diisi oleh pegawai yang memang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan manajerial yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” tegas Kurniawan.
Menurutnya, hasil penilaian tidak hanya bertumpu pada dokumen administrasi, tetapi juga kemampuan riil pegawai dalam menghadapi tantangan organisasi. Dua tahapan asesmen tersebut menjadi bentuk keseriusan organisasi agar proses pengisian jabatan benar-benar objektif dan menghasilkan pejabat yang siap bekerja.
Hasil asesmen akan menjadi dasar penempatan pejabat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dan akan menjadi bank data kompetensi pegawai untuk acuan pengisian jabatan di masa depan. “Melalui pemetaan kompetensi itu, Kanwil Ditjenpas Sulteng ingin memastikan setiap pejabat yang ditempatkan mampu menjalankan fungsi kepemimpinan, pengawasan, hingga pelayanan publik secara profesional,” tambah Kurniawan.
Kegiatan asesmen memberikan manfaat bagi peserta sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan diri. Verawati, salah satu peserta asesmen, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi serta kesiapan dalam menjalankan tugas.
“Melalui asesmen ini kami dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus berkembang dan meningkatkan profesionalisme dalam bekerja,” ujar Verawati.











