Palu

Polresta Palu Raih Penghargaan Kepatuhan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

×

Polresta Palu Raih Penghargaan Kepatuhan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

Share this article
Pnyerahan penghargaan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI ke Polresta Palu, Selasa (3/2/2026). (©HUmas Polresta Palu)
Pnyerahan penghargaan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI ke Polresta Palu, Selasa (3/2/2026). (©HUmas Polresta Palu)

PALU, beritapalu.ID | Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu menerima Penghargaan Predikat Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara di Aula Rupatama Polda Sulawesi Tengah, Selasa  (3/2/2026).

Penghargaan diterima oleh Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polresta Palu, Kompol I Dewa Gede Meiriawan, yang mewakili Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena. Prosesi penyerahan disaksikan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tengah beserta sejumlah pejabat terkait.

Dalam penilaian Ombudsman RI, Polresta Palu dinilai konsisten dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang mematuhi standar pelayanan, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penilaian mencakup aspek prosedur layanan, ketersediaan sarana prasarana, serta profesionalisme personel dalam melayani masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh personel Polresta Palu dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena melalui pernyataan yang disampaikan Kabagops Kompol I Dewa Gede Meiriawan.

Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi jajaran Polresta Palu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 3 February, 2026
Ketua Tim PKK Diah Pustpita saat tiba di SMP Al-Azhar Palu, Rabu (6/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)
Komunitas

Ketua TP-PKK Kota Palu memberikan edukasi di SMP Al-Azhar yang baru saja dinobatkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, menghubungkan kedewasaan usia perkawinan dengan pencegahan stunting pada generasi mendatang.

Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.