PaluPemkot PaluReligi

Wali Kota Palu Hadiri Isra Mi’raj Bersama Penyandang Disabilitas

×

Wali Kota Palu Hadiri Isra Mi’raj Bersama Penyandang Disabilitas

Share this article
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyerahkan bantuan sembako pad aperingatan Isra Miraj bersama penyandang disabilitas di RUmah Merah Putih Difabel Berkarya Palu, Minggu (25/1/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyerahkan bantuan sembako pad aperingatan Isra Miraj bersama penyandang disabilitas di RUmah Merah Putih Difabel Berkarya Palu, Minggu (25/1/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)

PALU, beritapalu.ID | Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bersama penyandang disabilitas di Rumah Merah Putih Difabel Berkarya, Jalan Jati, Kota Palu, Minggu (25/1/2026).

Peringatan Isra Mi’raj kali ini mengangkat tema “Cahaya Kesetaraan dari Langit Isra Mi’raj: Perjalanan Nabi Muhammad SAW adalah Simbol Rahmat untuk Seluruh Umat, Tanpa Membedakan Kondisi Fisik Maupun Sosial.”

Dalam sambutannya, Hadianto Rasyid menyampaikan bahwa Allah SWT memberikan kenikmatan kepada setiap manusia dengan cara berbeda-beda. Perbedaan tersebut bukanlah kekurangan, melainkan bentuk keistimewaan yang patut disyukuri.

“Allah memberikan kenikmatan kepada masing-masing kita itu berbeda-beda. Kalau kita diberi kenikmatan hal yang bisa kita lihat, tapi kita juga punya saudara-saudara tunanetra, walaupun mereka tidak melihat, tetapi mereka memiliki pandangan, dan itu menjadi kenikmatan tersendiri yang Allah berikan,” ujarnya.

Wali Kota menegaskan bahwa apa yang sering dianggap tidak sempurna sejatinya merupakan kesempurnaan bagi penyandang disabilitas.

“Mungkin menurut kita tidak sempurna, tapi bagi saudara-saudara kita itu adalah kesempurnaan. Mereka melihat dengan mata hati dan mata batin,” katanya.

Hadianto mengajak seluruh hadirin menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai hari penuh kebaikan dan refleksi dengan meneladani perjalanan Nabi Muhammad SAW.

“Hari ini kita sama-sama membangun keterbukaan hati, bahwa kita memiliki saudara-saudara yang harus saling mengingat dan saling memberi perhatian. Mudah-mudahan ini menjadi pengikat yang baik di antara kita, agar tidak ada yang merasa terabaikan,” ungkapnya.

Ia menyatakan kehadirannya merupakan bentuk perhatian khusus dan komitmen untuk memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, serta semangat merah putih di tengah keberagaman masyarakat Kota Palu.

“Ini berbeda dengan yang lain. Tidak ada nuansa lain selain nuansa merah putih. Mari kita saling menguatkan,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palu menyerahkan bantuan kepada 60 penyandang disabilitas sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 26 January, 2026
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.