KesehatanPaluPemkot Palu

Disparitas Stunting di Palu, Mantikulore 132 Kasus, Palu Utara 24 Kasus

×

Disparitas Stunting di Palu, Mantikulore 132 Kasus, Palu Utara 24 Kasus

Share this article
Wawli Imelda Liliana Muhidin pada Raker Stunting di Palu, Selasa (9/6/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Wawli Imelda Liliana Muhidin pada Raker Stunting di Palu, Selasa (9/6/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)

Kota Palu menghadapi disparitas signifikan kasus stunting di berbagai kecamatan. Data evaluasi menunjukkan Kecamatan Mantikulore memiliki 132 kasus baduta stunting tertinggi, sementara Palu Utara dan Palu Barat berhasil tekan hingga 24-27 kasus. Perbedaan drastis ini membutuhkan penanganan terfokus dan intensif di wilayah-wilayah rawan.

PALU, beritapalu.id | Evaluasi program percepatan penurunan stunting di Kota Palu mengungkapkan disparitas signifikan kasus antar kecamatan yang memerlukan strategi penanganan lebih intensif. Data yang dipaparkan dalam rapat kerja Selasa (9 Juni 2026) menunjukkan variasi dramatis dari 24 hingga 132 kasus baduta stunting.

Kecamatan Palu Utara dan Palu Barat berhasil menekan kasus menjadi 24 dan 27 kasus, menjadi wilayah dengan angka baduta stunting terendah. Sebaliknya, Kecamatan Mantikulore mencatat 132 kasus baduta stunting, sedangkan Kecamatan Tatanga sebanyak 85 kasus, menunjukkan konsentrasi masalah gizi anak yang signifikan.

Rapat kerja yang dipimpin Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen bersama. Pertemuan dihadiri Ketua TP PKK Kota Palu Diah Puspita, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Rochmat Jasin, para camat se-Kota Palu, serta sejumlah pemangku kepentingan penanganan stunting.

Wakil Wali Kota Imelda menegaskan bahwa keberhasilan program penurunan stunting tidak hanya bergantung pada perencanaan dan pelaporan, tetapi memerlukan keterlibatan langsung seluruh pihak di lapangan untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas gizi yang cukup dan berkualitas.

“Kita perlu melihat langsung kondisi anak-anak yang menjadi perhatian kita. Dengan turun ke lapangan, kita bisa mengetahui persoalan yang sebenarnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujar Imelda.

Imelda menekankan perlunya identifikasi penyebab stunting secara menyeluruh melalui pemantauan langsung terhadap kondisi keluarga dan anak-anak. Hal ini mendorong perangkat daerah, kader kesehatan, dan unsur terkait untuk lebih aktif melakukan kunjungan ke masyarakat dan sekolah-sekolah, terutama di wilayah dengan kasus tertinggi.

Imelda juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Edukasi mengenai pola asuh dan pola makan sehat harus diperkuat agar orang tua memiliki pemahaman baik tentang kebutuhan gizi anak. Pemenuhan nutrisi tidak hanya bergantung pada program bantuan makanan tambahan, tetapi juga kebiasaan makan sehat yang diterapkan dalam keluarga setiap hari.

Untuk memastikan efektivitas program, Imelda meminta seluruh pihak meningkatkan kualitas pendataan dan pelaporan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Perkembangan penanganan stunting di setiap wilayah harus dipantau secara berkala melalui laporan mingguan.

“Data yang baik akan membantu kita melihat perkembangan secara nyata dan menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Pencatatan dan pelaporan harus dilakukan dengan benar dan konsisten,” tegas Imelda.

Ketua TP PKK Kota Palu, Diah Puspita, mengingatkan pentingnya keseragaman dan akurasi data yang dimiliki seluruh pihak. Perbedaan data antara laporan administrasi dan kondisi riil di lapangan dapat menghambat efektivitas program penanganan stunting.

Diah menekankan bahwa pengawasan dan pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap intervensi benar-benar menjangkau sasaran yang membutuhkan. Koordinasi lintas sektor harus diperkuat sehingga seluruh program penanganan stunting dapat berjalan secara terpadu dan efektif.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 9 June, 2026
Untuk update berita di beritapalu.id, ikuti saluran kami di sini: Saluran WhatsApp

Leave a Reply