PaluPemkot Palu

Kolaborasi Untuk Tekan Stunting Melalui Tim Pendamping Keluarga

×

Kolaborasi Untuk Tekan Stunting Melalui Tim Pendamping Keluarga

Share this article
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pendamping Keluarga untuk menekan angka stunting di Palu, Rabu (20/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pendamping Keluarga untuk menekan angka stunting di Palu, Rabu (20/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)

PALU, beritapalu.id | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Tahun 2026 untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan keluarga berisiko stunting, Rabu (20/5/2026).

Rapat yang dibuka oleh Kepala Dinas P2KB Ridwan Mustapa mewakili Wali Kota Palu di Kantor P2KB Kota Palu dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Rochmat Jasin, para camat se-Kota Palu, kepala puskesmas, koordinator KB di tingkat kecamatan, serta unsur terkait lainnya.

Rapat koordinasi dan evaluasi tersebut menjadi forum untuk mempertegas peran Tim Pendamping Keluarga dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Palu.

Dalam kesempatan itu, Kadis Ridwan Mustapa menekankan bahwa keberadaan Tim Pendamping Keluarga memiliki peranan yang sangat penting karena berada di garis terdepan dalam mendampingi masyarakat secara langsung.

Kadis mengatakan kegiatan yang dilaksanakan kali ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas para pendamping agar dapat menjalankan tugas secara lebih maksimal.

“Kegiatan hari ini adalah penguatan kepada tim pendamping keluarga. Karena tim pendamping keluarga ini punya tugas yang sangat urgen untuk penanganan stunting,” ujar Kadis Ridwan.

Kadis menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga difokuskan pada empat kelompok sasaran utama yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting sejak dini.

Empat kelompok sasaran tersebut adalah calon pengantin (catin), ibu hamil, ibu nifas atau pasca persalinan, serta bayi dan balita (baduta). Pendekatan holistik ini dirancang untuk menjangkau semua fase kritis dalam pencegahan stunting.

“Karena ada empat yang mereka melakukan pendampingan, yaitu kepada catin atau calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas atau pasca persalinan, serta bayi dan balita (baduta),” jelas Kadis.

Lebih lanjut, Kadis Ridwan menyampaikan bahwa saat ini jumlah anggota Tim Pendamping Keluarga di Kota Palu mencapai 861 orang yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Tim tersebut terdiri atas tiga unsur strategis yang saling melengkapi: kader kesehatan atau bidan, kader KB, serta kader PKK. Komposisi tiga unsur ini dirancang untuk memberikan pendampingan yang komprehensif dan terintegrasi.

“Di Kota Palu ini ada 861 seluruh anggota tim pendamping keluarga. Tim pendamping keluarga itu terdiri dari tiga orang, ada kader kesehatan atau bidan, kader KB dan kader PKK,” kata Kadis.

Kadis berharap melalui kegiatan koordinasi dan evaluasi tersebut, kerja sama serta koordinasi antara seluruh pihak terkait dapat semakin diperkuat sehingga upaya percepatan penurunan stunting di Kota Palu dapat berjalan lebih efektif.

Kadis menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor karena Dinas P2KB sebagai leading sector tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan stunting yang kompleks.

“Karena kami leading sektornya, jadi kami kerja sama dengan teman-teman di wilayah. Kalau kami sendiri turun agak susah, sehingga kolaborasi ini sangat penting,” kata Kadis menutup sambutannya.

 

Editor: beritapalu
Penulis: Imron Nur Huda
Tanggal: 20 May, 2026

Leave a Reply

Upacara Harkitnas 2026 di Makodam XXIII/Palaka Wira. Rabu (20/5/2026). (©Pendam/Pw)
Militer

Dua satuan militer di Sulawesi Tengah, Kodam XXIII/Palaka Wira dan Korem 132/Tadulako, secara serentak menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Rabu (20/5/2026).