PaluPemkot Palu

Kota Palu Raih Indeks Ketahanan Daerah Terbaik se-Sulawesi Tengah

×

Kota Palu Raih Indeks Ketahanan Daerah Terbaik se-Sulawesi Tengah

Share this article
Ilustrasi (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Ilustrasi (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)

PALU, beritapalu.ID | Kota Palu mencapai Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebesar 0,74 pada tahun 2025, meningkat dari 0,73 di tahun 2024, sekaligus menjadi yang terbaik di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pencapaian tersebut dilaporkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Presly Tampubolon, Selasa (3/2/2026).

“Kami laporkan hasil rilis BNPB tentang Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kota Palu Tahun 2025 meningkat ke angka 0,74 dari 0,73 di tahun 2024 dan menjadi yang terbaik di Sulawesi Tengah,” ujar Tampubolon.

Selain peningkatan IKD, Indeks Risiko Bencana (IRB) Kota Palu juga menunjukkan tren yang semakin membaik, dengan capaian di angka 132,8. Penilaian IKD dan IRB didasarkan pada data serta dokumen pendukung yang dihimpun oleh pemerintah daerah, khususnya kabupaten/kota, yang berkaitan dengan tingkat risiko bencana serta berbagai upaya penanggulangan bencana yang telah dan sedang dilakukan.

Meskipun tingkat bahaya bencana di setiap daerah berbeda-beda, mulai dari kategori rendah, sedang, hingga tinggi, risiko bencana dapat ditekan dan diminimalkan melalui upaya penanggulangan bencana yang tepat, terencana, dan berkelanjutan.

BPBD Kota Palu berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan nilai IKD sebagai bagian dari upaya mencapai target Indeks Kinerja Utama (IKU) daerah, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 4 February, 2026
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.