Palu

Polisi RW, Program Baru Cegah Gangguan Kamtibmas

×

Polisi RW, Program Baru Cegah Gangguan Kamtibmas

Share this article
Polisi RW
301 personel Polresta Palu mengikuti pembekalan Polisi RW di Palu, Rabu (5/7/2023). (Foto: HO-Humas Polresta Palu)
Polisi RW
301 personel Polresta Palu mengikuti pembekalan Polisi RW di Palu, Rabu (5/7/2023). (Foto: HO-Humas Polresta Palu)

PALU, beritapalu | Polresta Palu sedang menggalakkan program Polisi RW atau Rukun Warga. Program yang melibatkan langsung anggota polisi di setiap RW itu diharapkan akan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolresta Palu, Kombes Pol. Barliansyah saat memberikan pengarahan dan pembekalan kepada 301 Polisi RW di Gedung Torabelo Polresta Palu, Rabu (5/7/2023) mengatakan, dinamika kepolisian saat ini menuntut dikedepankannya fungsi pembinaan masyarakat.

“Bahwa polisi tidak dapat mencegah kejahatan tanpa bantuan masyarakat. Polisi harus berbuat lebih banyak bereaksi terhadap terjadinya kejahatan,” ujar Barliansyah.

Ia mengatakan, kegiatan patroli yang dilakukan masih kurang intensif karena luasnya wilayah. Sehingga membangun informasi tentang kerawanan sosial, politik serta gejala yang mengarah akan menimbulkan gangguan kamtibmas sangat diperlukan.

“Tugas polisi RW adalah sarana untuk menyampaikan segala informasi serta segala bentuk kebijakan Kapolri, Kapolda, dan Kapolres dalam forum apapun,” lanjutnya.

Ia berharap para Polisi RW usai mengikuti pembekalan tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga tercipta kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam beraktivitas.

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 5 July, 2023
Ketua Tim PKK Diah Pustpita saat tiba di SMP Al-Azhar Palu, Rabu (6/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)
Komunitas

Ketua TP-PKK Kota Palu memberikan edukasi di SMP Al-Azhar yang baru saja dinobatkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, menghubungkan kedewasaan usia perkawinan dengan pencegahan stunting pada generasi mendatang.

Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.