BisnisPaluPemkot PaluSulteng

Gubernur Cita-citakan Kantor Bank Sulteng Termegah se-Sulteng

×

Gubernur Cita-citakan Kantor Bank Sulteng Termegah se-Sulteng

Share this article
Suasana RUPST Bank Sulteng di Palu, Rabu (4/2/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)
Suasana RUPST Bank Sulteng di Palu, Rabu (4/2/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)

PALU, beritapalu.ID | Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menyampaikan cita-citanya untuk memiliki kantor Bank Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) yang termegah di provinsi tersebut.

Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Sulteng Tahun Buku 2025 di Ballroom Hotel Best Western Coco Palu, Rabu (4/2/2026).

“Salah satu cita-cita saya yang mudah-mudahan bisa diwujudkan adalah memiliki kantor Bank Sulteng yang termegah di Sulawesi Tengah. Kita harus punya itu, karena ini ikon kita, sebagaimana daerah lain memiliki kantor BPD yang megah, apalagi kita didukung kerja sama dengan Mega Corp,” tegas Gubernur Anwar dalam sambutannya.

RUPST yang dirangkaikan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2026 tersebut dihadiri oleh seluruh bupati dan wakil bupati se-Sulawesi Tengah. Dari Pemerintah Kota Palu, Wali Kota diwakili oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.

Gubernur mengapresiasi perkembangan kinerja dan kualitas pelayanan Bank Sulteng yang dinilainya semakin membaik. Ia menegaskan bahwa bank daerah tersebut merupakan aset bersama seluruh pemerintah daerah di Sulteng sebagai pemegang saham.

“Sepengetahuan saya, Bank Sulteng semakin hari semakin menunjukkan kemajuan. Melalui RUPS ini, saya berharap para wali kota dan bupati melihat Bank Sulteng sebagai bank milik kita. Kalau bukan kita yang memelihara dan membesarkannya, siapa lagi,” pungkasnya.

Kehadiran Wakil Wali Kota Palu dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Palu terhadap penguatan peran PT Bank Sulteng sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah.

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 4 February, 2026
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.