Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi saat menggunakan layanan keuangan digital. Ibu-ibu PKK Kota Palu didorong menjadi agen edukasi literasi keuangan di lingkungan masing-masing agar keluarga terlindungi dari penipuan finansial.
PALU, beritapalu.id | Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menjaga data pribadi saat mengakses layanan keuangan digital, guna menghindari penyalahgunaan data dan penipuan daring yang kian marak.
Pesan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi perlindungan konsumen dan keuangan digital yang digelar di Sriti Convention Hall, Selasa (19/5/2026), yang dihadiri jajaran TP-PKK Kota Palu, perwakilan OJK Sulawesi Tengah, dan BP3MI Sulawesi Tengah.
“Dalam konteks perlindungan konsumen, jangan sampai kita keliru dengan data-data pribadi kita dalam mengakses keuangan digital,” tegas Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna.
Peringatan ini relevan dengan meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital di masyarakat, yang belum selalu diimbangi pemahaman tentang risiko keamanan. Kebocoran data pribadi seperti nomor identitas, PIN, OTP, dan informasi rekening menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku kejahatan finansial digital untuk menguras rekening atau menjerat korban dalam skema penipuan. Irfan berharap sosialisasi ini menghasilkan dampak konkret dalam keseharian masyarakat. “Saya harap kegiatan ini menghasilkan manfaat yang bisa kita realisasikan langsung ke kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
“Jangan sampai kita keliru dengan data-data pribadi kita dalam mengakses keuangan digital.”
— Muhammad Irfan Sukarna (BI Sulteng)
Dalam sosialisasi tersebut, ibu-ibu PKK Kota Palu secara khusus didorong untuk berperan sebagai ujung tombak edukasi keuangan di lingkungan masing-masing.
“Hadirnya para ibu PKK mempunyai peran yang sangat strategis dalam memberikan edukasi kepada ibu-ibu untuk bisa menjadi ibu-ibu yang cerdas dalam menggunakan literasi keuangan dan secara tidak langsung keluarga terlindungi dari berbagai penipuan keuangan digital.”
— Diah Puspita (Ketua TP-PKK Kota Palu)
Ketua TP-PKK Kota Palu, Diah Puspita menyampaikan bahwa ibu rumah tangga memiliki posisi strategis karena mengelola keuangan keluarga sekaligus menjadi penyambung informasi ke komunitas sekitar.
“Hadirnya para ibu PKK mempunyai peran yang sangat strategis dalam memberikan edukasi kepada ibu-ibu untuk bisa menjadi ibu-ibu yang cerdas dalam menggunakan literasi keuangan dan secara tidak langsung keluarga terlindungi dari berbagai penipuan keuangan digital,” ujar Diah.
Ia mendorong seluruh peserta untuk meneruskan pemahaman yang diperoleh kepada masyarakat sekitar. “Harapan saya kita semua dapat menjadi agen edukasi untuk masyarakat kita di wilayah masing-masing sehingga bisa dipastikan masyarakat di luar sana cerdas finansial,” tambahnya.
Pendekatan berbasis komunitas melalui jaringan PKK ini dinilai efektif karena menjangkau lapisan masyarakat yang kerap luput dari edukasi keuangan formal — yakni ibu rumah tangga di permukiman, yang justru menjadi pengelola keuangan keluarga sehari-hari.
Dengan menjadikan mereka agen edukasi, informasi tentang perlindungan data pribadi dan penggunaan layanan keuangan digital yang aman berpotensi menjangkau jauh lebih banyak keluarga dibandingkan sosialisasi konvensional.











