BisnisNasional

OJK Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital 

×

OJK Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital 

Share this article

Geser dari Compliance ke Resilience

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK Adi Budiarso. (©OJK)
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK Adi Budiarso. (©OJK)

JAKARTA, beritapalu.ID |  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan perlunya pergeseran paradigma industri keuangan digital dari keamanan berbasis kepatuhan (compliance-based security) menuju keamanan berbasis ketahanan (resilience-based security) dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK Adi Budiarso mengatakan, keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan industri keuangan digital dan kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan adalah mata uang utama dalam ekonomi digital. Kecepatan inovasi harus berjalan seiring dengan kekuatan pengamanan. Tanpa keamanan siber yang memadai, inovasi justru dapat berubah menjadi sumber kerentanan baru bagi masyarakat dan industri,” ujar Adi dalam Workshop Keamanan Siber bagi Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan di Jakarta, Senin (27/04/2026).

Adi menegaskan bahwa dalam ekosistem yang semakin terhubung, satu insiden siber tidak hanya berdampak pada satu institusi tetapi dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan, dan stabilitas ekosistem secara keseluruhan.

OJK mendorong seluruh penyelenggara untuk menempatkan keamanan siber sebagai investasi strategis. Penguatan keamanan siber akan menjadi pembeda penting bagi pelaku industri dalam membangun kredibilitas, menjaga kesinambungan layanan, dan memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.

OJK juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia di sektor keuangan digital. Teknologi keamanan yang kuat harus didukung oleh kompetensi, disiplin operasional, kesiapan prosedur, serta budaya pelaporan insiden yang transparan dan bertanggung jawab.

Workshop yang berlangsung 27-29 April 2026 di Jakarta diikuti oleh penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto. Mayoritas peserta adalah direksi dari penyelenggara tersebut.

Kegiatan bertujuan memperkuat pemahaman, kewaspadaan, kapasitas sumber daya manusia, serta kemampuan industri dalam mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri dari insiden siber.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Slamet Aji Pamungkas dalam workshop menekankan pentingnya human firewall, yaitu konsep keamanan siber yang menempatkan karyawan sebagai garis pertahanan pertama melalui pelatihan dan kesadaran.

OJK terus memperkuat sinergi kelembagaan dengan BSSN dalam membangun ketahanan siber nasional, khususnya di sektor jasa keuangan digital. Kolaborasi lintas lembaga dipandang penting karena ancaman siber tidak mengenal batas sektor, institusi, maupun yurisdiksi.

Selain itu, OJK juga akan terus memperluas koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, aparat penegak hukum, asosiasi industri, dan pelaku usaha untuk memastikan pengelolaan risiko siber dilakukan secara terpadu guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen.

 

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 1 May, 2026

Leave a Reply

Diseminasi dan Refleksi Capaian Proyek Perikanan Berkelanjutan serta Tata Kelola Kawasan Konservasi Persisir dan Pulau-Pulau Kecil Dalaka di Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (23/4/2026). (©Debby)
Banggai

Burung Indonesia menyelenggarakan lokakarya akhir Diseminasi dan Refleksi Capaian Proyek Perikanan Berkelanjutan dan Tata Kelola Kawasan Konservasi Persisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Dalaka, mencatat pencapaian signifikan dengan 97,33 persen perubahan perilaku positif masyarakat menuju praktik perikanan berkelanjutan.