KomunitasPalu

Youth Ranger Indonesia Sulteng Gelar Sulteng Youth Potential Fest 2025

×

Youth Ranger Indonesia Sulteng Gelar Sulteng Youth Potential Fest 2025

Share this article
Malam puncak Sulteng Youth Potential Fest (SYPF) 2025 yang digelar YRI Sulteng. (©YRI Sulteng)
Malam puncak Sulteng Youth Potential Fest (SYPF) 2025 yang digelar YRI Sulteng. (©YRI Sulteng)

PALU, beritapalu.ID | Youth Ranger Indonesia (YRI) Sulawesi Tengah menyelenggarakan Sulteng Youth Potential Fest (SYPF) 2025 sebagai inisiatif untuk mendorong penguatan kapasitas pemuda melalui pendekatan edukatif, inklusif, dan partisipatif.

Leader of Youth Ranger Indonesia Regional Sulawesi Tengah, Radinka Hakima Tupamahu, mengatakan SYPF 2025 mengintegrasikan berbagai bentuk kegiatan, mulai dari sosialisasi literasi finansial, ruang inklusi aman dan nyaman, pengembangan keterampilan kreatif melalui mini class, hingga dialog kepemudaan dan pertunjukan budaya yang merepresentasikan identitas lokal Sulawesi Tengah.

“Melalui penyelenggaraan SYPF 2025, diharapkan lahir generasi muda Sulawesi Tengah yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran finansial, jiwa kewirausahaan, kepekaan sosial, serta kebanggaan terhadap budaya lokal,” katanya.

SYPF 2025 juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemuda, pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku usaha kreatif, dan komunitas seni. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, serta berbagai stakeholder lainnya.

Ketua Panitia SYPF Youth Ranger Indonesia Sulawesi Tengah, Gratia Zefania Angelica, menjelaskan kegiatan dilaksanakan dalam bentuk festival kepemudaan terpadu yang mengombinasikan kegiatan edukatif, inspiratif, kreatif, dan rekreatif.

“Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi literasi finansial bekerja sama dengan OJK Sulteng. Peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan jangka pendek dan jangka panjang, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang aman dan legal,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan ruang inklusi aman dan nyaman yang difasilitasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu sebagai wadah dialog terbuka bagi pemuda untuk membahas isu-isu kepemudaan.

SYPF 2025 juga menghadirkan mini class kreatif berupa pelatihan merangkai bunga bersama Mybloomz yang difokuskan pada pengembangan keterampilan praktis dan kreativitas pemuda di sektor ekonomi kreatif.

Sebagai bentuk pelestarian budaya dan promosi potensi daerah, kegiatan dimeriahkan dengan fashion show Putri Batik Sulawesi Tengah serta Putra Putri Sulawesi Tengah.

Rangkaian kegiatan diperkaya dengan talkshow kepemudaan bertema “Indonesia Emas 2045: Antara Emas atau Cemas?” yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan tokoh pemuda.

SYPF 2025 juga dirangkaikan dengan pengumuman The Next Core Team Youth Ranger Indonesia Sulawesi Tengah Batch 5 serta prosesi serah terima jabatan kepengurusan sebagai simbol regenerasi kepemimpinan dan keberlanjutan gerakan kepemudaan.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi kebersamaan dan networking melalui party night yang bersifat rekreatif untuk mempererat hubungan antarpeserta, panitia, dan stakeholder.

Festival mengusung tema “Empowering Youth Movement: Together We Move, Forever Empowered” yang bertujuan membangun ekosistem pemuda yang produktif, mandiri secara finansial, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 25 December, 2025
Peluncuran Palu Mapan dalam rapat evlauasi TPID di Palu, Selasa (12/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Ridwan)
Palu

Pemerintah Kota Palu meluncurkan program unggulan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 bernama “Palu Mapan” (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan)

KaLapas Kelas IIA Palu, Makmur (kanan) memipin razia yang rutin digelar di Lapas tersebut. (©bmzIMAGES)
Hukum-Kriminal

Lapas Kelas II A Palu mengeluarkan klarifikasi resmi merespons pemberitaan di sejumlah media online yang menyebut adanya dugaan keterlibatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam pengiriman narkotika jenis sabu seberat 50,84 gram yang ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Sulteng.