Foto

Aksi Demonstrasi 1 September 2025 di Palu

×

Aksi Demonstrasi 1 September 2025 di Palu

Share this article
Seorang mahasiswa menggelindingkan ban bekas untuk dibakar pada aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Senin (1/9/2025). (©bmzIMAGES/basri marzuki)
Seorang mahasiswa menggelindingkan ban bekas untuk dibakar pada aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Senin (1/9/2025). (©bmzIMAGES/basri marzuki)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.ID (@beritapalu_id)


Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. Mereka menggeruduk Kantor DPRD Sulteng yang terletak di Jalan Dr Sam Ratulangi Palu, Senin 1 September 2025.

Dilengkapi dengan kendaraan pickup pengangkut sound system, secara bergantian mereka berorasi, menyampaikan tuntutan. Barikade aparat Polisi Wanita di depan gerbang utama kantor perwakilan rakyat menghalangi mereka.

Sejumlah tuntutan disuarakan, di antaranya reformasi di tubuh legislatif, utamanya terkait dengan pembatalan tunjangan anggota DPR RI yang dinilainya tak manusiawi di tengah kesulitan hidup dialami warga.

Bukan itu saja, berbagai beban pajak yang memberatkan warga dinilai sebagai salah satu bentuk penindasan terhadap rakyat.

Bukan hanya mahasiswa yang geram dengan kondisi itu. Para pengemudi ojek daring yang beberapa hari sebelumnya berduka atas wafatnya Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis Brimob juga menyuarakan kegalauannya.

Pada aksi itu, baik DPRD Sulteng maupun Forkopimda Sulteng cukup berempat sehingga bersedia menerima demonstran di lapangan terbuka di halaman kantor tersebut. Mereka duduk bersila di bawah rintik hujan, mendengar dan menyahuti aspirasi tersebut.

Tidak ada insiden kekerasan, tidak ada aksi anarkisme. Bubar dalam balutan kedewasaan berdemokrasi. (bmz)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 4 September, 2025
Untuk update berita di beritapalu.id, ikuti saluran kami di sini: Saluran WhatsApp
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.