PALU, beritapalu.ID | Jumat (20/3/2026) sore, ketika sebagian warga Palu sudah mulai bersiap menyambut malam takbiran, sejumlah personel berseragam hitam bergerak senyap di sekitar Masjid Raya Baitul Khairaat Palu.
Mereka bukan jamaah yang hendak beribadah, melainkan tim Gegana Unit Jibom Brimob Polda Sulawesi Tengah yang tengah menjalankan misi senyap namun krusial: memastikan setiap sudut masjid bersih dari ancaman sebelum ribuan jamaah memadatinya esok hari.
Dengan peralatan reflektor dan alat deteksi di tangan, para personel menyisir seluruh area masjid secara metodis dan teliti. Tidak ada sudut yang luput — dari bagian dalam hingga pelataran luar masjid diperiksa satu per satu. Kolong kendaraan yang terparkir di sekitar area pun tak lepas dari perhatian, sebagaimana terlihat dari seorang personel yang dengan cermat memeriksa bagian bawah truk menggunakan tongkat reflektor.
Sterilisasi ini bukan tanpa alasan. Shalat Idul Fitri 1447 H yang akan digelar Sabtu (21/3/2026) di Masjid Raya Baitul Khairaat merupakan yang pertama kali diselenggarakan pascamasjid selesai direkonstruksi. Masjid ikonik ini resmi kembali difungsikan pada Desember 2025 setelah melalui proses rekonstruksi panjang dengan biaya mencapai Rp385 miliar.
Dengan kapasitas hingga 10.000 jamaah, Masjid Raya Baitul Khairaat dipastikan akan menjadi salah satu pusat perayaan Idul Fitri terbesar di Kota Palu. Kerumunan dalam jumlah besar di satu titik tentu membutuhkan pengamanan ekstra, dan sterilisasi oleh tim Gegana menjadi lapisan pertama dari rangkaian pengamanan yang disiapkan aparat.
Masjid dengan arsitektur megah yang memadukan ornamen kubah putih dan hiasan lengkungan bermotif daun berwarna emas ini memang menjadi kebanggaan warga Palu. Berdiri kokoh di jantung kota, masjid ini sebelumnya hancur akibat gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Palu pada 2018. Kini, setelah bertahun-tahun menunggu, warga akhirnya akan merasakan pengalaman shalat Id perdana di rumah ibadah yang telah pulih lebih megah dari sebelumnya.
Momen bersejarah itu tentu harus dijaga. Tim Gegana Unit Jibom Brimob Polda Sulteng memahami benar tanggung jawab yang mereka emban. Setiap langkah penyisiran dilakukan dengan prosedur ketat, memastikan tidak ada benda mencurigakan yang tersembunyi di balik keindahan bangunan masjid. Ketenangan yang tampak dari luar justru adalah buah dari kerja keras yang berlangsung di balik layar.
Sterilisasi yang dilakukan Jumat sore itu menjadi penegasan bahwa perayaan hari kemenangan harus dirayakan dalam suasana yang benar-benar aman. Ribuan jamaah yang akan hadir esok hari — dari berbagai penjuru Kota Palu dan sekitarnya — layak menikmati momen spiritual yang sakral itu tanpa bayang-bayang kekhawatiran.
Ketika azan Idul Fitri akhirnya berkumandang pada Sabtu pagi, dan ribuan pasang kaki melangkah masuk ke dalam Masjid Raya Baitul Khairaat untuk pertama kalinya dalam suasana lebaran, ada kerja keras yang tak terlihat di balik kekhidmatan itu. Sebuah shalat yang aman dan khusyuk, bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya.
View this post on Instagram
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya