KesehatanPalu

Reses di Palu, Longki Pastikan Kualitas Sanitasi dan Gizi Program MBG

×

Reses di Palu, Longki Pastikan Kualitas Sanitasi dan Gizi Program MBG

Share this article
Anggota Komisi II DPR Longki Djanggola melihat langsung fasilitas pengolahan limba di SPPG Gunung Bosa Palu, Senin (4/5/2026). (©Tim Media Longki)
Anggota Komisi II DPR Longki Djanggola melihat langsung fasilitas pengolahan limba di SPPG Gunung Bosa Palu, Senin (4/5/2026). (©Tim Media Longki)

PALU, beritapalu.ID | Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, melakukan peninjauan intensif terhadap operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu, Senin (4/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda reses Masa Sidang IV Tahun 2025–2026 untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan optimal sesuai standar kesehatan dan sanitasi.

Dalam rangkaian kunjungannya, Longki menyambangi dua lokasi dapur produksi, yakni Dapur MBG Gunung Bosa di Kelurahan Lolu Selatan dan Dapur MBG Rajamoili. Di kedua lokasi tersebut, ia menekankan bahwa aspek Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) menjadi kunci keberlanjutan operasional dapur.

“IPAL harus betul-betul diperhatikan. Hal ini penting untuk memastikan dapur tetap memenuhi standar kebersihan sehingga operasional dapat berjalan berkelanjutan,” tegas Longki.

Selain masalah limbah, mantan Gubernur Sulteng dua periode ini juga mengingatkan agar seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan ahli gizi tetap disiplin mengikuti pedoman dari Dinas Kesehatan serta Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG Gunung Bosa, Putri Ramadahani, melaporkan bahwa saat ini pihaknya telah melayani 1.705 penerima manfaat dengan pengawasan ketat dari ahli gizi. Senada dengan itu, Kepala SPPG Rajamoili, Reskia, menyebut operasional yang telah berjalan dua bulan tersebut berlangsung lancar tanpa kendala berarti, termasuk dalam hal kehigienisan bahan makanan.

Dampak Nyata bagi Siswa dan Sekolah Usai meninjau dapur produksi, Longki melanjutkan kunjungan ke sekolah penerima manfaat, yakni SMP Labschool Untad dan SMK Pelayaran Tri Dharma Palu. Di SMK Pelayaran Tri Dharma, Longki menyerahkan secara simbolis paket makanan kepada siswa.

Lutfi, salah satu siswa SMK tersebut, mengakui bahwa program ini sangat meringankan beban orang tuanya. Hal ini diamini oleh Kepala SMP Labschool Untad, Amir, yang menyatakan bahwa MBG memiliki multiplier effect, yakni menjaga kesehatan siswa sekaligus menjadi jaring pengaman ekonomi keluarga.

“Para siswa merasa terbantu karena mendapatkan makanan bergizi. Orang tua juga lebih ringan karena tidak perlu menyiapkan sarapan setiap hari,” ujar Amir.

Kunjungan pengawasan ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas pendidikan lainnya, di mana Longki menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pemenuhan gizi sejak usia sekolah.

 

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 4 May, 2026

Leave a Reply

Wawali KOta Imelda LIliana Muhidin (kanan) memimpin rapat sinkronisasi data balita antar OPD Kota Palu, Senin (4/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Paliu/Jufri)
Kesehatan

Pemerintah Kota Palu mengakui data balita yang dimiliki antarinstansi belum sepenuhnya akurat — sebuah masalah yang bisa membuat program intervensi stunting meleset dari sasaran. Untuk mengatasinya, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin memimpin rapat sinkronisasi data balita lintas OPD di Bappeda Kota Palu, Senin (4/5/2026).