JAKARTA, beritapalu.ID | Britania Raya dan ASEAN menggelar forum “Learning for the Future: ASEAN–UK SAGE Evidence and Insights Forum” di Jakarta pada awal Maret 2026, menandai berakhirnya Fase 1 program ASEAN–UK Supporting the Advancement of Girls’ Education (ASEAN–UK SAGE). Forum ini menghadirkan para pejabat tinggi negara-negara anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN, serta mitra internasional.
Dalam forum tersebut dipaparkan temuan terbaru Southeast Asia Primary Learning Metrics (SEA-PLM) 2024 yang menunjukkan peningkatan dibanding 2019, dengan 53% siswa kini mencapai tingkat kecakapan minimum dalam membaca dan 67% dalam matematika. Namun kesenjangan pembelajaran masih signifikan, terutama bagi siswa dari kelompok kurang beruntung. Di sejumlah negara, masih banyak anak yang menyelesaikan pendidikan dasar tanpa mencapai tingkat kecakapan membaca yang memadai.
Duta Besar Britania Raya untuk ASEAN HE Helen Fazey menyatakan program ASEAN–UK SAGE mencerminkan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak di Asia Tenggara memperoleh pendidikan yang mereka butuhkan, dimulai dari keterampilan dasar.
Direktur Sekretariat SEAMEO Datuk Dr Habibah Abdul Rahim mengingatkan bahwa Asia Tenggara masih menghadapi krisis pembelajaran. “Temuan SEA-PLM 2024 menunjukkan bahwa satu dari dua siswa kelas 5 belum membaca pada tingkat yang diharapkan. Ini bukan sekadar statistik, melainkan panggilan kita untuk bertindak,” tegasnya.
Forum juga memaparkan data dari intervensi percontohan di Kamboja, Laos, Filipina, dan Timor-Leste, temuan mengenai hambatan anak-anak yang tidak bersekolah, serta kemajuan transformasi digital pendidikan yang inklusif dan berbasis data. Kegiatan ditutup dengan diskusi meja bundar tingkat tinggi ASEAN yang membahas implikasi regional dari berbagai temuan tersebut.
Program ASEAN–UK SAGE dilaksanakan bersama British Council, SEAMEO, The Australian Council for Educational Research (ACER), dan EdTech Hub.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya