PALU, beritapalu.ID | Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah membahas usulan penciutan lahan konsesi PT CPM untuk dimanfaatkan masyarakat asli Poboya dalam rapat koordinasi di Aula Songgolangi Makodam XXIII/Palaka Wira, Kamis (29/1/2026).
Rapat koordinasi dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sulteng, di antaranya Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Kapolda Sulteng, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, Kepala BIN Daerah Sulteng, Ketua Pengadilan Tinggi Sulteng, Kepala Kesbangpol Provinsi Sulteng, Danlanal Palu, serta Danden AU.
Terkait aktivitas pertambangan emas ilegal di Poboya dan tempat lain, disepakati akan dilaksanakan pertemuan lanjutan serta pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban.
Dua poin utama yang menjadi perhatian yakni mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar perusahaan CPM dapat memberikan kebijakan penciutan lahan wilayah konsesinya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat asli Poboya. Selain itu, sebagai solusi jangka pendek akan ditempuh pola kemitraan antara perusahaan dan masyarakat sesuai aspirasi warga yang rencananya akan disampaikan langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Forkopimda juga akan melakukan sosialisasi dampak lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal yang menggunakan bahan kimia seperti merkuri dan sianida.
Selain pembahasan PETI, rapat juga membahas sejumlah isu strategis lainnya, antara lain pemetaan ancaman potensi bencana alam dan dampak lingkungan, penanganan peredaran narkoba, pemindahan pelabuhan penyeberangan penumpang, sosialisasi KUHAP dan KUHP tahun 2026, stabilitas ekonomi menyongsong bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026, serta pengawasan WNA di Provinsi Sulteng.
Terkait penanganan peredaran narkoba yang semakin masif, dalam waktu dekat akan digelar rapat Forkopimda dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) tingkat Kabupaten dan Provinsi untuk merumuskan penanganan dan penindakan melalui tim terpadu.
Diharapkan dengan dibentuknya tim terpadu ini dapat memperkuat langkah penindakan dan menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat Sulawesi Tengah menyatakan perang terhadap narkoba.
Dalam rangka persiapan menghadapi bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, disiapkan langkah-langkah strategis meliputi pengendalian inflasi, antisipasi bencana alam, serta ketersediaan bahan pokok. Sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan guna mencegah kelangkaan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Forkopimda juga menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.
Melalui rapat koordinasi ini, Kodam XXIII/Palaka Wira bersama Forkopimda Sulteng menegaskan komitmen untuk terus bersinergi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tengah.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya