PaluPendidikan

50 Siswa TK dan PAUD Belajar Mitigasi Bencana di Kantor Basarnas Palu

×

50 Siswa TK dan PAUD Belajar Mitigasi Bencana di Kantor Basarnas Palu

Share this article
Personel Basarnas Palu mengarahkan anak-anak TK saat mencoba boat rescue di Kantor Basarnas Palu, Sulawesi Tengah, Senin (26/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Personel Basarnas Palu mengarahkan anak-anak TK saat mencoba boat rescue di Kantor Basarnas Palu, Sulawesi Tengah, Senin (26/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.ID | Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu menerima kunjungan edukatif dari 50 siswa TK Mutiara Hati dan PAUD Ilmi Amaliyah, Senin (26/1/2026). Para siswa mendapat pembekalan tentang penanganan bencana melalui pemutaran video animasi, pengenalan alat evakuasi, hingga simulasi penggunaan perahu karet.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Moh. Rizal mengatakan, kegiatan edukasi untuk anak-anak ini merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan hampir setiap minggu.

“Hari ini kita dapat dua kunjungan dari dua sekolah. Ini bukan hanya hari ini, hampir setiap minggu kami dapat kunjungan dari adik-adik PAUD maupun adik-adik TK. Kami memberikan edukasi terkait dengan kebencanaan, mengingat wilayah kita rawan bencana,” ujarnya.

Rizal menjelaskan, materi edukasi dikemas dalam bentuk video kartun yang menggambarkan cara menghadapi banjir dan gempa. Siswa juga diajarkan cara menggunakan perahu karet dalam suasana santai dan menyenangkan.

“Dengan suasana yang santai, adik-adik bermain bisa menangkap apa yang menjadi tujuan kita ke depan, supaya adik-adik minimal kalau tidak bisa menolong orang lain bisa menolong dirinya sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, siswa diajarkan tetap tenang saat terjadi gempa, berlindung di bawah meja, kemudian berlari keluar menuju titik kumpul yang telah disiapkan.

Kepala PAUD Ilmi Amaliyah Isnaeni menyatakan, kunjungan ini sesuai tema pembelajaran “Profesi Berbagai Pekerjaan dan Fungsi Kendaraan”. Kegiatan ini sudah masuk dalam kurikulum sekolah dan dilaksanakan setiap tahun.

“Kami kunjungan ke sini supaya anak-anak mengetahui tugas dari Basarnas dan mengenalkan alat-alat apa yang digunakan ketika melakukan evakuasi bencana,” ujarnya.

Nursyam berharap melalui kegiatan ini dapat mengembangkan rasa simpati siswa kepada korban bencana. Selain itu, melalui simulasi, anak-anak belajar menghadapi bencana agar tidak panik.

“Harapannya sebagai pengembangan rasa simpati kepada orang yang terkena bencana. Dari menonton animasi tadi, mereka bisa melihat bagaimana cara menghadapi banjir atau gempa,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program SAR Goes to School, di mana Basarnas memberikan edukasi kepada siswa dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Orang tua siswa dilaporkan sangat mendukung setiap kegiatan edukatif yang dilaksanakan sekolah.

 

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 26 January, 2026
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.