PaluParigi Moutong

Sistem Buka-Tutup Jalan di Kebun Kopi Berakhir

×

Sistem Buka-Tutup Jalan di Kebun Kopi Berakhir

Share this article
Anggota Polantas Polres Parigi Mutong, Bripka Siswanto melaporkan berakhirnya sistem buka-tutup jalan di ruas Kebun Kopi, MInggu (26/10/2025). (©Tangkapan layar video Bripka SIswanto)
Anggota Polantas Polres Parigi Mutong, Bripka Siswanto melaporkan berakhirnya sistem buka-tutup jalan di ruas Kebun Kopi, MInggu (26/10/2025). (©Tangkapan layar video Bripka SIswanto)

PARIGI MOUTONG, beritapalu.ID | Sistem buka-tutup jalan di ruas Kebun Kopi, Kilometer 8, jalur Palu-Parigi Moutong yang diberlakukan sejak akhir September 2025 lalu resmi berakhir mulai Minggu (26/10/2025).

Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Parigi Moutong, Bripka Siswanto menyampaikan akhir buka-tutup jalan itu melalui unggahan videonya langsung dari lokasi Kebun Kopi.

“Mulai hari ini, sudah tidak diberlakukan buka tutup jalan. Kami himbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati dalam berkendara,” ujarnya.

Kebijakan buka-tutup jalan sebelumnya diterapkan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat perbaikan dan kondisi jalan yang sempit di kawasan perbukitan Kebun Kopi. Pengaturan berlaku bagi pengendara dari arah Kota Palu menuju Parigi Moutong maupun sebaliknya.

Dengan berakhirnya sistem buka-tutup tersebut, arus lalu lintas di jalur utama penghubung Palu-Parigi Moutong kini berjalan lebih lancar. Meski begitu, pengawasan tetap dilakukan oleh petugas kepolisian di lapangan.

Satlantas Polres Parigi Moutong mengimbau para pengendara untuk tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, terutama di titik-titik rawan longsor dan tikungan tajam.

“Kami berharap masyarakat tetap mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya,” tambah Bripka Siswanto. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 26 October, 2025
Ketua Tim PKK Diah Pustpita saat tiba di SMP Al-Azhar Palu, Rabu (6/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)
Komunitas

Ketua TP-PKK Kota Palu memberikan edukasi di SMP Al-Azhar yang baru saja dinobatkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, menghubungkan kedewasaan usia perkawinan dengan pencegahan stunting pada generasi mendatang.

Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.