PALU — Ratusan sopir dan kru truk kontainer menyampaikan keluhan terkait penggunaan QR Code BBM subsidi kepada Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin di halaman Kantor Wali Kota Palu, Rabu (9/9/2026).
Para sopir mengeluhkan QR Code yang kerap bermasalah dan terblokir saat digunakan untuk membeli BBM subsidi di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Mamboro. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas angkutan logistik.
Ketua Serikat Aliansi Buruh Sulawesi Tengah, Abdul Wahyudin mengatakan sopir merasa dirugikan karena QR Code resmi yang mereka gunakan justru kerap tidak dapat digunakan.
“Pihak kami mengeluhkan soal QR Code saat ingin mengisi BBM di SPBU selalu terkendala dan terblokir,” kata Abdul.
Ia meminta Pertamina, Hiswana Migas, dan Pemerintah Kota Palu segera mencari solusi agar distribusi BBM bagi angkutan logistik tidak terganggu.
Perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Made Bilan menjelaskan pemblokiran QR Code tidak hanya terjadi di Palu. Menurut dia, terdapat sejumlah kemungkinan penyebab, antara lain QR Code digunakan di wilayah berbeda dalam waktu berdekatan, transaksi berulang dalam sehari, volume pembelian melebihi kapasitas tangki, serta pendaftaran melalui pihak ketiga yang menyebabkan QR Code diperjualbelikan atau digunakan orang lain.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina membuka booth layanan Subsidi Tepat di SPBU Mamboro selama tiga hari, pukul 09.00–17.00 WITA.
“Kami minta sopir membawa KTP, STNK dan kendaraannya untuk proses verifikasi dan aktivasi ulang agar bisa kembali menggunakan QR Code,” ujar Made.
Imelda mengapresiasi aksi para sopir yang berlangsung tertib. Ia mengatakan Pemkot Palu akan menjadi jembatan komunikasi antara sopir, Pertamina dan Hiswana Migas.
“Ke depan tidak ada lagi sopir yang terhambat mencari nafkah hanya karena persoalan sistem. Kami ingin BBM subsidi tepat sasaran, tapi juga tidak menyulitkan pelaku usaha logistik yang menjadi urat nadi ekonomi Kota Palu,” kata Imelda.
Asisten II Setda Kota Palu, Rahmat Mustafa menambahkan, Pemkot Palu akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengevaluasi sistem sekaligus memperluas sosialisasi penggunaan QR Code kepada para sopir.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa para sopir akan memanfaatkan layanan verifikasi di SPBU Mamboro. Sementara Pemkot Palu dan Pertamina akan melakukan pendataan ulang serta memantau distribusi BBM subsidi di lapangan.











