BPRS Khairan Inti Amanah mempresentasikan program pembiayaan untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM kepada Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin. Program unggulan yang ditawarkan adalah pembiayaan hingga Rp3 juta tanpa agunan dan tanpa bunga untuk segmen usaha mikro.
PALU, beritapalu.id | Direktur Utama BPRS Khairan Inti Amanah Rusli Pakaya menjelaskan bahwa kantor cabang BPRS di Kota Palu telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun. Kantor pusat berada di Luwuk, Kabupaten Banggai, sementara fokus pembiayaan mereka adalah segmen mikro UMKM.
“Kami tadi audiensi dengan Ibu Wawali meminta support terkait pembiayaan usaha mikro. Kebetulan pembiayaan kami lebih mayoritas ke segmen mikro UMKM,” ujar Rusli.
Rusli mengatakan bahwa program pembiayaan yang dijalankan BPRS Khairan Inti Amanah sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Palu dalam mendorong pertumbuhan UMKM serta memperkuat ekonomi masyarakat. Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan program pemerintah daerah terkait inkubator bisnis berbasis digital.
Program pembiayaan peduli usaha mikro yang ditawarkan dirancang untuk melawan praktik rentenir di pasar. Selain itu, BPRS juga berperan sebagai unit pengumpul zakat yang sejalan dengan segmen zakat mereka.
Dalam pertemuan tersebut, BPRS Khairan Inti Amanah meminta masukan dari Wakil Wali Kota tentang langkah strategis memperluas jangkauan program. Wakil Wali Kota menyarankan kolaborasi dengan beberapa asosiasi seperti Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tengah (KADIN), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Asosiasi Pengusaha Jasaboga (APJI), dan asosiasi swasta lainnya.
“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kota Palu,” kata Rusli.
Wakil Wali Kota Palu memberikan respons positif dan dukungan terhadap program BPRS Khairan Inti Amanah. Program tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Palu dalam mendorong pertumbuhan UMKM, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan inklusif.











