PALU, beritapalu.ID | Anggota Komisi IV DPR RI, Ellen Esther Pelealu, memberikan dukungan penuh terhadap akselerasi ekspor perdana durian beku asal Sulawesi Tengah (Sulteng) ke pasar Tiongkok. Dukungan tersebut ia sampaikan usai menghadiri seremonial pelepasan ekspor oleh PT Duco Food Indonesia di Palu, Kamis (16/4/2026).
Ellen menilai pembukaan akses pasar ini sebagai peluang emas bagi kesejahteraan petani lokal dan devisa negara. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga standar protokol ekspor yang ketat agar produk lokal mampu bersaing secara berkelanjutan di kancah global.
Komitmen Anggaran dan Penguatan Barantin
Dalam kesempatan tersebut, legislator asal Sulawesi Utara ini secara khusus menyoroti kebutuhan anggaran bagi Badan Karantina Indonesia (Barantin). Ia menegaskan bahwa Komisi IV berkomitmen mengawal usulan pagu anggaran Barantin tahun 2026 yang diproyeksikan mencapai Rp2,1 triliun.
“Jelas ada kabar baik untuk Barantin. Saya berkewajiban memberikan support anggaran sehingga segala sesuatu yang menjadi tuntutan negara Tiongkok terkait ekspor durian ini bisa terpenuhi semua,” tegas Ellen.
Dukungan dana tersebut diprioritaskan untuk tiga aspek vital:
Revitalisasi Laboratorium: Penguatan alat laboratorium modern di daerah asal agar pengujian keamanan pangan dan hama lebih cepat serta akurat.
Digitalisasi Layanan: Mendukung sistem traceability (ketertelusuran) digital yang mengintegrasikan data dari kebun hingga ke rumah kemas (packing house).
Peningkatan SDM: Memastikan petugas karantina memiliki kompetensi tinggi untuk memberikan bimbingan teknis langsung kepada petani.
Soroti Kebutuhan Bibit dan Infrastruktur
Selain anggaran karantina, Ellen juga menyuarakan aspirasi petani Sulteng terkait bantuan bibit durian berkualitas. Ia meminta Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal terkait, untuk menambah kuota bibit varietas Montong dan Kane bagi masyarakat.
“Masyarakat Sulawesi Tengah sangat butuh bibit durian. Ini menjadi aspirasi kami agar kuotanya ditambahkan sehingga masyarakat lebih bergairah lagi dalam berproduksi,” ujarnya.
Di sisi lain, Ellen juga menyoroti keterbatasan infrastruktur hilirisasi di lapangan. Ia mendorong percepatan pembangunan fasilitas packing house yang memadai di Sulteng guna menjaga kualitas buah selama pengiriman.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kesuksesan ekspor ini disebutnya sebagai hasil kolaborasi solid antara Barantin, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, dan Asosiasi Durian Sulawesi Tengah. Ellen optimistis, dengan dukungan anggaran dan infrastruktur yang tepat, Sulteng akan menjadi pemain utama durian dunia secara konsisten.
“Potensi ekonomi durian ini sangat besar. Kita harus memastikan produk kita memiliki daya saing tinggi dan tidak ditolak di pasar luar negeri,” pungkas Ellen sembari menegaskan akan membawa fakta lapangan ini ke dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI.










