Satgas Operasi Trisila 26 Tahap II TNI Angkatan Laut menggelar latihan pendaratan amfibi dan kegiatan sosial di Pantai Kampung Nelayan Talise, Kota Palu, Senin (1/6/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan dukungan penuh dan mengusulkan agar Palu kembali menjadi pangkalan kapal selam.
PALU, beritapalu.id | Satgas Operasi Trisila 26 Tahap II TNI Angkatan Laut menggelar latihan pendaratan amfibi di Pantai Kampung Nelayan Talise, Kota Palu, Senin (1/6/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila ini melibatkan unsur personel dan alutsista TNI AL, dengan skenario operasi pendaratan pasukan di wilayah pesisir, dan dirangkai dengan kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, hadir langsung menyaksikan simulasi pendaratan tersebut. Ia mengaku terkesan dengan profesionalisme prajurit TNI AL dari tiga matra sekaligus.
“Itu tadi simulasi, baru simulasi begitu saya sudah ketakutan. Bagaimana kalau aslinya?” ujar Anwar Hafid.
Gubernur juga menyinggung pentingnya posisi strategis Selat Makassar yang menjadi bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Ia menyebut Selat Makassar memiliki nilai strategis yang setara dengan Selat Hormuz, dan menyatakan niatnya mengundang seluruh gubernur yang wilayahnya berbatasan dengan Selat Makassar untuk bersama-sama memaksimalkan potensi tersebut bagi pendapatan negara dan daerah.
Lebih jauh, Anwar Hafid mengungkapkan rencana mengusulkan kembali Palu sebagai pangkalan kapal selam — sebuah gagasan yang sebelumnya sempat direncanakan namun terhenti akibat bencana 2018.
“Dulu sudah direncanakan, tapi karena bencana. Kita akan usulkan lagi kembali sehingga kita bisa menjadi pangkalan kapal selam,” tegasnya.
Gubernur juga menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penguatan TNI AL, termasuk melalui mekanisme hibah kepada instansi vertikal sesuai ketentuan yang berlaku.
Wakil Komandan Satgas Operasi Trisila 26 Tahap II, Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji, menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan menegakkan hukum dan menjaga keamanan laut, khususnya di wilayah ALKI II yang mencakup Selat Makassar membentang dari Sulawesi Utara hingga perbatasan di bagian selatan.
Unsur yang dilibatkan dalam operasi ini meliputi KRI Teluk Kupang 519 sebagai kapal perang, helikopter Panther bernomor HS-312/10, satu peloton pasukan marinir, serta dukungan penuh dari Pangkalan TNI AL Palu. Keseluruhan unsur tersebut merupakan bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).
Danlanal Palu, Kolonel Mar M. Ali Wardhana, SE M Tr Hanla MM menyatakan bahwa peran Lanal Palu mencakup pengamanan wilayah latihan, koordinasi lapangan, hingga dukungan fasilitas bagi unsur-unsur yang terlibat.
“Latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasional prajurit serta kemampuan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Lanal Palu berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Danlanal Palu.
Di sela latihan, kegiatan sosial turut digelar di Pantai Kampung Nelayan Talise, meliputi pembagian sembako, cek kesehatan gratis, cek darah, dan donor darah. Masyarakat sekitar tampak antusias menyaksikan jalannya latihan pendaratan yang berlangsung aman dan lancar.
Danlanal juga berharap kegiatan ini mendorong lebih banyak warga Kota Palu dan Sulawesi Tengah untuk mendaftarkan diri ke TNI Angkatan Laut, mengingat animo pendaftaran dari daerah ini dinilai masih perlu ditingkatkan.
Kegiatan latihan operasi pendaratan Satgas Ops Trisila 26 Tahap II ini sejalan dengan upaya TNI AL dalam meningkatkan kesiapan tempur serta menjaga kedaulatan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia.
View this post on Instagram











