BisnisPaluSulteng

Menteri Transmigrasi Siapkan Koridor Ekonomi Hortikultura di Sulteng

×

Menteri Transmigrasi Siapkan Koridor Ekonomi Hortikultura di Sulteng

Share this article
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (kedua kanan) bersama Kepala Balai Karantina Indonesia Sahat M Panggabean (kiri), Gubernur Sulteng Anwar Hafid (kedua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai pelepasan ekspor komoditas durian beku ke Tiongkok di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (16/4/2026). . (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (kedua kanan) bersama Kepala Balai Karantina Indonesia Sahat M Panggabean (kiri), Gubernur Sulteng Anwar Hafid (kedua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai pelepasan ekspor komoditas durian beku ke Tiongkok di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (16/4/2026). . (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.ID  | Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menghadiri seremonial pelepasan ekspor durian beku ke Tiongkok oleh PT Duco Food Indonesia di Palu, Kamis (16/4/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan peran strategis kawasan transmigrasi dalam mendukung ekspor hortikultura dan ketahanan pangan nasional di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menteri Iftitah mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Parigi Moutong, memiliki relevansi erat dengan kementeriannya karena hampir 80 persen wilayah penghasil durian tersebut merupakan kawasan atau eks-kawasan transmigrasi.

Koridor Ekonomi Hortikultura

Sebagai langkah konkret, Kementerian Transmigrasi berencana membangun koridor ekonomi khusus hortikultura yang menghubungkan beberapa wilayah di Sulawesi Tengah.

“Ke depan kami berencana menjadikan koridor ekonomi khususnya hortikultura, mulai dari Poso, Sigi, hingga Parigi Moutong. Di jalur itulah yang ingin kami jadikan sebagai koridor,” ujar Menteri Iftitah.

Rencana ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Sulawesi Tengah menjadi sentra pangan utama Indonesia, bukan sekadar cadangan pangan. Menteri menegaskan bahwa hakikat “transmigrasi baru” saat ini bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan menciptakan ekosistem ekonomi berbasis kawasan.

Peluang Pasar dan Hilirisasi

Terkait ekspor durian, Menteri Iftitah menyoroti besarnya potensi pasar di Tiongkok yang mencapai Rp137 triliun. Ia pun mendorong agar pelaku usaha mulai melirik pengiriman durian segar (fresh durian) selain durian beku (frozen) untuk memaksimalkan nilai tambah.

“Hilirisasi ini sangat penting, tetapi mungkin bisa di-mix juga dengan durian segar. Di Tiongkok, nilai durian segar bisa hampir dua kali lipat lebih tinggi. Ini akan lebih bermanfaat untuk kita,” jelasnya.

Dukungan SDM Unggul

Dalam kesempatan tersebut, Menteri juga menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi para peserta “Transmigrasi Patriot”—SDM unggul dari universitas ternama yang diterjunkan untuk meriset potensi ekonomi di Sulteng. Ia memberikan penghormatan khusus bagi salah satu peserta asal ITS yang wafat saat bertugas melakukan riset potensi ekonomi di wilayah Bahari Komini Raya.

“Jika SDM unggul saja mau datang ke Sulawesi Tengah, maka saya mendorong seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk ikut memajukan dan memakmurkan daerah ini agar betul-betul bisa menohok dunia,” pungkas Menteri Iftitah.

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 16 April, 2026

Leave a Reply

Sejumlah anak binaan LPKA PAlu Khatam Quran, Kamis (16/4/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Palu

Tujuh anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Palu berhasil khatam Al-Qur’an melalui program pembinaan rohani yang dijalankan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng).