Foto

Ketika Ikan Tuna dan Cakalang Bersekutu, Inflasi..

×

Ketika Ikan Tuna dan Cakalang Bersekutu, Inflasi..

Share this article
Pedagang menata ikan cakalang yang dijualnya di Pasar Manonda, Palu, Rabu (5/11/2025). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Pedagang menata ikan cakalang yang dijualnya di Pasar Manonda, Palu, Rabu (5/11/2025). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Di balik barisan ikan segar yang tertata rapi di meja biru pasar, ada cerita ekonomi yang lebih dalam. Oktober 2025 mencatat inflasi tertinggi di Sulawesi Tengah, mencapai 3,92 persen, dan ikan cakalang menjadi salah satu penyumbang utama lonjakan harga, terutama di Kabupaten Tolitoli.

Cakalang, yang selama ini menjadi andalan dapur dan nelayan lokal, kini memicu gejolak harga. Kenaikan harga komoditas ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, tak hanya di perkotaan tapi juga terutama di wilayah pesisir yang menggantungkan konsumsi pada hasil laut segar.

Menurut data Badan Pusat Statistik, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar, dengan cakalang sebagai komoditas yang paling berpengaruh. Di Tolitoli, lonjakan harga cakalang bahkan melampaui komoditas lain seperti beras dan cabai.

Di balik angka-angka itu, ada wajah-wajah pekerja pasar, nelayan, dan pedagang yang terus beradaptasi. Visual ini tidak sekadar menangkap momen ketika seorang penjual menata ikan cakalang dengan presisi — bukan hanya soal estetika, tapi juga strategi bertahan di tengah fluktuasi harga.
Narasi ini bukan sekadar statistik. Ini tentang bagaimana ikan bisa menggoyang stabilitas ekonomi lokal. Dan bagaimana masyarakat Sulawesi Tengah, dari pasar hingga laut, terus bergerak di tengah tantangan.

Inflasi bukan hanya soal angka. Ia hidup di pasar, di laut, di meja makan. Dan hari ini, tuna dan cakalang menunjukkan dualitas persekutuannya, bahwa komoditas lokal bisa mengguncang makroekonomi.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.ID (@beritapalu_id)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 8 November, 2025
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menaiki bus TransPalu untuk menumpang ke kantor di salah satu halte bus di Palu. Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Editorial

Perubahan besar terjadi di halte-halte Bus TransPalu Kota Palu sejak awal minggu ini. Tempat-tempat yang biasanya sepi, kini dipenuhi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantre dengan sabar menunggu bus tiba.

Warga mengambil Burasa untuk disantap pada Lebaran Burasa di Masjid At-Tauhid, Kayumalue Ngapa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Malam itu, aroma santan menguar dari balik lipatan daun pisang yang tersusun rapi di atas nampan-nampan. Di dalam Masjid At-Tauhid, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kota Palu, puluhan warga duduk bersila di atas karpet hijau, bahu-membahu, piring-piring kecil berjajar di hadapan mereka.

Warga membeli ikan cakalang di Pasar inpres Manonda, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Suasana Pasar Manonda di hari keempat pascalebaran sudah ramai seperti biasa. Meja-meja lapak basah berjejer, dipenuhi ikan segar yang mengilap terkena cahaya lampu. Di antara kerumunan pembeli, Eni berjalan pelan, matanya menyapu deretan ikan laut yang tersusun rapi.

Pedagang menyiapkan dagangannya di Pasar Tradisional Dolo, Sigi, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Matahari belum sepenuhnya naik ketika lapak-lapak di Pasar Tradisional Dolo sudah ramai. Para pedagang menggelar dagangan mereka di atas terpal aneka warna, menata sayuran segar, rempah-rempah, dan buah-buahan dengan cara yang sudah dilakukan bertahun-tahun lamanya — sederhana, tanpa banyak dekorasi, tapi semuanya tampak dan tercium segar.

Sejumlah warga berisap menaiki bus TransPalu di Palu, Senin (23/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Tidak perlu khawatir soal ongkos, dan tidak perlu pusing soal bensin. Selama tiga hari libur Lebaran — 22 hingga 24 Maret 2026 — bus TransPalu melayani warga Kota Palu sepenuhnya gratis. Cukup tunggu di halte, naik, dan nikmati perjalanan keliling kota sepuasanya.