BisnisPaluSulteng

Inflasi Sulteng Oktober 2025 Tembus 3,92 Persen, Tertinggi di Tolitoli

×

Inflasi Sulteng Oktober 2025 Tembus 3,92 Persen, Tertinggi di Tolitoli

Share this article
Ilustrasi nelayan membngkar ikan cakalang hasil tangkapannya di PPI Donggala, Rabu (20/10/2021). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Ilustrasi nelayan membngkar ikan cakalang hasil tangkapannya di PPI Donggala, Rabu (20/10/2021). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritpalu.ID | Inflasi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) secara tahunan (year on year/YoY) pada Oktober 2025 mencapai 3,92 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,02. Angka ini naik dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 3,88 persen.

Plt Kepala BPS Provinsi Sulteng Imron Taufik J. Musa menyampaikan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tolitoli sebesar 6,69 persen dengan IHK 118,25, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Palu sebesar 3,08 persen dengan IHK 108,88.

“Trend inflasi YoY sejak Maret 2025 sudah menunjukkan kecenderungan naik dan nyaris tak pernah turun dibanding periode tahun sebelumnya,” kata Imron dalam rilisnya secara daring di Palu, Senin (3/11/2025).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi secara YoY terjadi pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 10,87 persen, disusul kelompok Makanan, Minum, dan Tembakau sebesar 8,04 persen. Dari 11 kelompok pengeluaran, hanya kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan yang mengalami deflasi sebesar -0,1 persen.

Andil inflasi tertinggi disumbang Kelompok Makanan dan Minum sebesar 2,45 persen dengan komoditas penyumbang utama Beras, Ikan Layang, dan Ikan Cakalang. Disusul Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil 0,80 persen yang didorong Emas Perhiasan, Hand Body Lotion, dan Pasta Gigi.

Secara bulanan (month to month/MtM), tiga dari empat kabupaten/kota mengalami deflasi pada Oktober 2025, yaitu Kota Palu (-0,08 persen), Kabupaten Morowali (-0,21 persen), dan Kabupaten Banggai (-0,11 persen). Hanya Kabupaten Tolitoli yang mengalami inflasi sebesar 1,08 persen dengan penyumbang terbesar Ikan Layang, Ikan Cakalang, dan Ikan Selar.

“Beras termasuk penyumbang terbesar deflasi di Palu, Luwuk, dan Morowali. Sedangkan inflasi di Tolitoli, terbesar disumbang oleh beras,” ujar Imron.

Imron menambahkan, jika dibandingkan dengan Oktober 2024 yang hanya 1,91 persen, lonjakan inflasi pada Oktober 2025 mencapai 3,92 persen menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dan perlu diamati bersama.

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 5 November, 2025
Kabid Lalulintas dan Angkutan Dishub Kota Palu, Daniel berdialog dengan seorang tukang parkir di Palu, Jumat (8/5/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Yuspi)
Palu

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu mengintensifkan penertiban juru parkir liar yang dinilai meresahkan masyarakat, dengan ancaman tegas: jika kedapatan berulang, pelaku dapat diproses secara pidana. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Palu, Daniel, Jumat (8/5/2026).