BuolHeadline

Banjir dan Longsor Terjang Empat Kecamatan di Buol

×

Banjir dan Longsor Terjang Empat Kecamatan di Buol

Share this article
banjir dan longsor di Buol
Sejumlah rumah warga tertimbun tanah longsor di Buol, Minggu (33/2024). (Fioto: HO/BPBD Buol)

BUOL, beritapalu | Bencana banjir dan longsor menerjang empat kecamatan di Kabupaten Buol, Minggu (3/3/2024). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol melaporkan, empat keamatan itu adalah Kecamatan Karamat, Lakea, Biau, dan Momunu.

Bencana itu disebut terjadi pada Minggu (3/3/2024) sekitar pukul 11.00 Wita yang sebelumnya terjadi hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi disertai dengan gelombang pasang di sepanjang pesisir ppantai di empat wilayah kecamatan itu.

BPBD setempat menyebutkan, dari assesmen yang dilakukan, ratusan kepala keluarga terdampak. Begitu pula ratusan rumah terendam banjir dan puluhan rumah rusak berat dan ringan. Sejumlah fasilitas public juga ikut terendam termassuk madrasah, dan perkantoran.

banjir dan longsor di Buol
Sejuumlah rumah warga rusak berat akibat banjir dan longsor di Buol, Minggu (33/2024). (Fioto: HO/BPBD Buol)

Hingga berita ini diturunkan, air masih menggenangi pemukiman warga dan ratusan warga terpaksa mengungsi ke rumah-rumah keluarga terdekatnya.

BPBD merinci sejumlah desa yang terdampak bencana tersebut, antara lain di Kecamatan  Karamat ada desa Busak 1, Busak 2, dan Desa Monano. Sedangkan di Kecamatan Lake terdapat tiga desa terdampak masing-massing Desa Ngune, Lakea II, dan Desa Tuinan.

Kelurahan yang terdampak di Kecamatan Biau masing-massing Kelurahan Leok I, Leok II, Kumaligon, Kali, dan Kulango. Di Kecamatan Momunu hanya satu desa yakni Desa Momunu.

banjir dan longsor di Buol
Sejumlah rumah warga terendam air akibat banjir di Buol, Minggu (3/3/2024). (Fioto: HO/BPBD Buol)

DI Desa Busak 1 Kecamatan Karamat 10 KK yang berjumlah 50 jiwa terdampak bencana tersebut, 4 unit ruumah rusak berat dan 6 unit rumah lainnya rusak ringan.Di Desa Ngune Kecamatan lakea 288 KK atau 948 jiwa yang terdiri dari 91 balita, 31 bayi dan 22 lansia juga ikut terdampak, 3 unit madrassah, satu unit Pustu, 2 masjid, dan 3 perkantoran terendam air.

DI Kelurahan Kumaligon Kecamatan Biau, 78 kepala keluarga terdampak, 78 unit rumah terendam banjir, dan 7 unit rumah mengalami ruusak sedang. Di Desa Ngune Kecamatan Lakea, disebutkan 25 kepala keluarga atau 90 jiwa terpaksa harus mengungsi. (afd/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 3 March, 2024
Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kuniawan (tengah depan) bersama sejumlah Kepala UPT Pemasyarakatan memberikan keterangan usai pembacaa Ikrar Halinar di halaman Lapas Kelas IIA Palu, Senin (20/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Headline

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) menggelar Ikrar Zero Halinar (handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba) yang diikuti seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Lapangan Upacara Lapas Kelas IIA Palu, Senin (20/04/2026).

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (keempat kanan), Kepala Balai Karantina Indonesia Sahat M Panggabean (kedua kanan), Gubernur Sulteng Anwar Hafid (ketiga kanan) bersama sejumlah pejabat menghamburkan beras kuning ke truk kontainer menandai pelepasan ekspor komoditas durian beku ke Tiongkok di Packing House PT Duco Food Indonesia, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (16/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan tekadnya untuk menjadikan Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai pusat durian dunia. Hal tersebut disampaikannya pada seremonial pelepasan ekspor komoditas durian beku ke Tiongkok oleh PT Duco Food Indonesia di Palu, Kamis (16/4/2026).