HeadlinePaluSulteng

Gempa M6,7 Sulteng Rusak 842 Bangunan, 466 Gempa Susulan

×

Gempa M6,7 Sulteng Rusak 842 Bangunan, 466 Gempa Susulan

Share this article
Salah satu rumah yang ambruk akibat gempa di Desa Kamarora, Nokilalaki, Sigi, Rabu (17/6/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Salah satu rumah yang ambruk akibat gempa di Desa Kamarora, Nokilalaki, Sigi, Rabu (17/6/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

SIGI, beritapalu.id | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) mengakibatkan sedikitnya 842 bangunan mengalami kerusakan di empat daerah terdampak. Hingga Rabu (17/6/2026) pagi, jumlah gempa susulan telah mencapai 466 kali.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulawesi Tengah Andi Sembiring mengatakan kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Sigi yang berada dekat dengan pusat gempa.

“Hasil pendataan sementara menunjukkan dampak kerusakan tersebar di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Kota Palu dan Kabupaten Poso. Data ini masih terus diperbarui karena tim masih melakukan asesmen di lapangan,” kata Andi.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling besar dengan 800 unit rumah terdampak, terdiri atas 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada dua unit kantor, 15 sarana ibadah, satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta satu jembatan penghubung Desa Kamora B dan Desa Tongoa.

Di Kabupaten Parigi Moutong, tercatat sebanyak 37 unit rumah terdampak. Sementara di Kota Palu, kerusakan meliputi satu unit rumah, satu bangunan usaha, Gedung Auditorium Universitas Tadulako, Gedung Serba Guna Universitas Tadulako, serta sejumlah bagian bangunan pada Hotel Best Western dan Hotel Santika.

Di Kabupaten Poso, tiga unit rumah di Desa Tumora mengalami kerusakan dan akses jalan di wilayah Napu dilaporkan ambles akibat guncangan gempa.

Selain menyebabkan kerusakan bangunan, BPBD mencatat satu orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 63 orang lainnya luka ringan.

BPBD Sulawesi Tengah bersama BPBD kabupaten/kota terdampak terus melakukan pendataan serta penanganan darurat bagi warga yang terdampak gempa. Fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Logistik kebencanaan sudah mulai disalurkan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus dilakukan.

Stasiun Geofisika BMKG Palu mencatat hingga Rabu (17/6) pukul 08.30 WITA telah terjadi 466 kali gempa susulan pascagempa utama M6,7 yang berpusat di wilayah Sausu, Kabupaten Parigi Moutong. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat. Magnitudo terbesar gempa susulan mencapai M5,2 dan yang terkecil M1,3.

Meski aktivitas gempa susulan masih berlangsung, frekuensinya mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan pada jam-jam awal setelah gempa utama terjadi.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, terutama bagi warga yang berada di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah serta mengutamakan keselamatan dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

 

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 17 June, 2026
Untuk update berita di beritapalu.id, ikuti saluran kami di sini: Saluran WhatsApp

Leave a Reply