Palu

Jamin Keselamatan Udara, BMKG Gelar Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan di Palu

×

Jamin Keselamatan Udara, BMKG Gelar Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan di Palu

Share this article
Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah (kedua kiri) menyerahkan cenderamata kepada Kepala Biro Ekonomi Sulteng Raff Malik (ketiga kiri) pada pembukaan Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah (kedua kiri) menyerahkan cenderamata kepada Kepala Biro Ekonomi Sulteng Raff Malik (ketiga kiri) pada pembukaan Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.ID | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkomitmen memperkuat keselamatan sektor penerbangan di wilayah Sulawesi Tengah melalui sinkronisasi informasi cuaca. Hal ini diwujudkan dengan digelarnya Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan (SLMP) yang dibuka di Kota Palu, Rabu (22/4/2026).

Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah menegaskan, informasi cuaca merupakan tulang punggung (backbone) dalam menjamin keselamatan, keteraturan, dan keselarasan transportasi udara. Mengingat Indonesia memiliki potensi dampak cuaca yang besar, pemahaman yang seragam antar stakeholder menjadi harga mati.

“Penerbangan adalah moda transportasi paling aman dan cepat, namun sangat bergantung pada kolaborasi. Sayang sekali jika informasi cuaca yang sudah diamati dan dianalisa oleh BMKG tidak dipahami dengan baik oleh para pemangku kepentingan di lapangan,” ujar Achadi Subarkah usai pembukaan kegiatan.

Sinkronisasi Layanan dan Peringatan Dini

Achadi menjelaskan, proses pengolahan data cuaca di BMKG dimulai dari pengamatan, analisa, hingga prakiraan dan peringatan dini. Melalui sekolah lapang ini, BMKG ingin memastikan seluruh rantai informasi tersebut dapat diterjemahkan secara akurat oleh pihak maskapai, pengelola bandara, hingga navigasi penerbangan.

“Tujuannya adalah mensinkronisasi seluruh layanan informasi meteorologi. Kita ingin mempererat kolaborasi demi menjamin keselamatan sektor penerbangan yang lebih maksimal,” tambahnya.

Pemanfaatan Portal “InaSIAM”

Dalam kesempatan tersebut, Achadi juga memperkenalkan portal InaSIAM (Indonesia Sigmet Integrated System and Analysis), sebuah platform informasi meteorologi penerbangan interaktif yang dikembangkan BMKG. Platform ini tidak hanya diakses secara domestik, tetapi juga telah menjadi rujukan bagi negara-negara di Asia Tenggara.

“InaSIAM ini adalah platform yang cukup advance. Melalui portal ini, layanan meteorologi kita bisa dipantau secara real-time oleh negara lain, yang menunjukkan kualitas standar informasi penerbangan kita di mata dunia,” jelasnya.

Adaptasi Regulasi Dinamis

Menyadari regulasi penerbangan dunia yang sangat dinamis, BMKG akan terus melakukan pengawasan dan pemutakhiran data kepada para peserta secara berkala. Pasca-kegiatan, para peserta akan tergabung dalam wadah komunikasi khusus untuk menerima update aturan maupun kondisi cuaca terkini.

“Tuntutan situasi di dunia maupun domestik cukup besar, sehingga penyesuaian aturan perlu terus disampaikan. Kami berharap setelah mengikuti sekolah lapang ini, kemampuan peserta dalam merespons informasi cuaca semakin meningkat demi nol kecelakaan (zero accident) di udara,” pungkas Achadi.

Sekolah lapang itu digelar selama tiga hari mulai Rabu (22/4) hingga Jumat (24/4) dan dibuka oleh Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulteng Raff Malik serta dihadiri Kalak BPBD Kota Palu Presley Tampubolon, pimpinan maskapai penerbangan dan seluruh UPT BMKG se Sulteng.

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 22 April, 2026

Leave a Reply

Seminar Hasil Kajian Spesies Ekosistem Mangrove, Perhutanan Sosial, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Fakultas Kehutanan (Fahutan) Untad, Rabu (22/04/2026). (©ROA Sulteng)
Lingkungan

Hasil kajian ekosistem mangrove di kawasan Oncone Raya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, di mana dari luas sekitar 31,44 hektar, hanya sekitar 18,7% yang masih berupa vegetasi mangrove, sementara 50,3% telah beralih menjadi tambak dan 31% merupakan areal terbuka.

Ketua Tim Kompolnas RI Gufron (kedua kiri) meninjau proses rekrutmen anggota Polri di Palu, Rabu (22/4/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan pemantauan dan pengawasan Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh tahapan rekrutmen berjalan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, Rabu (22/4/2026).