Kafilah Kota Palu meraih gelar juara umum MTQ XXXI Provinsi Sulawesi Tengah dengan total 241 poin, margin 22 poin di atas Morowali (219 poin). Prestasi ini merupakan kemenangan keempat kalinya berturut-turut, dengan dominasi nyata di semua kategori: Tilawah, Qira’at, Tahfidz, Tafsir, Kaligrafi, MFQ, MSQ, dan KTIQ.
SIGI, beritapalu.id | Kota Palu meraih gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Lapangan Likuefaksi, Sigi, Sabtu (13/6/2026). Pengumuman dari Dewan Hakim memastikan Palu menjadi juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut dengan total 241 poin.
Margin keunggulan Palu cukup signifikan. Pesaing terdekat, Kabupaten Morowali, meraih 219 poin—selisih 22 poin. Sigi sebagai tuan rumah menempati posisi ketiga dengan 150 poin. Perolehan poin Palu tersebar merata di delapan kategori lomba, menunjukkan kekuatan menyeluruh program pembinaan Qur’an di kota.
Dalam kategori Tilawah Al-Qur’an, peserta Palu meraih sejumlah juara terbaik dan harapan di berbagai golongan usia dan jenis tilawah. Kategori Qira’at Al-Qur’an juga menunjukkan hasil serupa, dengan perolehan medali di cabang murattal, mujawwad, dan kategori eksibisi.
Pada Tahfidz Al-Qur’an, Palu menunjukkan kekuatan khusus. Peserta berhasil meraih prestasi dari golongan 1 juz hingga 30 juz, dengan pencapaian tertinggi: Juara Terbaik I pada kategori hafiz 30 juz. Ini menunjukkan ada minimal satu penghafal Qur’an utuh dari Palu dengan standar kompetisi provinsial.
Di kategori Tafsir Al-Qur’an, peserta Palu meraih penghargaan pada kompetisi tafsir berbahasa Arab dan Inggris, menunjukkan jangkauan pembinaan sampai level interpretasi akademik. Seni Kaligrafi Al-Qur’an menjadi wilayah dominasi terlihat—peserta Palu meraih berbagai juara di kategori naskah tradisional, hiasan, dekorasi, karya kontemporer, hingga kaligrafi digital.
Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ)—kompetisi pemahaman—mencatat prestasi paling gemilang Palu: grup putra dan putri sama-sama meraih Juara Terbaik I. Ini berarti dua kelompok kecil dari Palu unggul dalam kecepatan dan akurasi menjawab soal-soal Qur’an berbasis pemahaman mendalam.
Musabaqah Syahril Qur’an (MSQ)—kompetisi syair Qur’an—menunjukkan hasil sedikit berbeda: grup putra Palu Juara Terbaik I, grup putri Juara Terbaik III. Pada Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), peserta putra meraih Juara Harapan I dan peserta putri Juara Terbaik II.
Ranking final menunjukkan tiga tier yang jelas. Tier pertama: Palu (241) dan Morowali (219)—margin jauh. Tier kedua: Sigi (150) dan Banggai (111)—medium. Tier ketiga: kabupaten sisa mulai dari 102 poin ke bawah. Pola ini menunjukkan program pembinaan Qur’an di Palu bukan hanya bagus, tetapi struktural dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo mewakili Wali Kota dalam acara penutupan, menekankan komitmen Pemkot dalam mendukung pembinaan generasi Qur’ani. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan di bidang tilawah, tahfidz, tafsir, dan kaligrafi.
Kemenangan keempat Palu berturut-turut mencerminkan investasi jangka panjang dalam ekosistem pembinaan Qur’an yang melibatkan sekolah, masjid, pesantren, dan komunitas. Momentum ini penting dalam konteks ketahanan sosial: generasi yang mengenal Qur’an secara mendalam cenderung punya pegangan nilai dan etika yang stabil. ■











