InternasionalMiliter

Dua Personel Asal Indonesia Terima Medali Dag Hammarskjöld Secara Anumerta

×

Dua Personel Asal Indonesia Terima Medali Dag Hammarskjöld Secara Anumerta

Share this article
Medal Dag Hammarskjöld, penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada personel militer, polisi, dan sipil yang kehilangan nyawa saat bertugas dalam operasi penjaga perdamaian PBB. (©UN Indonesia)
Medal Dag Hammarskjöld, penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada personel militer, polisi, dan sipil yang kehilangan nyawa saat bertugas dalam operasi penjaga perdamaian PBB. (©UN Indonesia)

NEW YORK, beritapalu.id | Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan akan menggelar upacara peringatan Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB pada Jumat, 5 Juni mendatang. Peringatan tahunan ini ditujukan untuk memberikan penghormatan tinggi kepada seluruh personel perempuan dan laki-laki yang bertugas dalam misi perdamaian, sekaligus mengenang mereka yang telah gugur demi kedamaian dunia.

Dalam upacara khusus tersebut, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres akan meletakkan karangan bunga untuk menghormati hampir 4.500 pasukan penjaga perdamaian yang gugur sejak tahun 1948. Selain itu, Sekjen PBB akan memimpin penganugerahan Medali Dag Hammarskjöld secara anumerta kepada 68 personel militer, polisi, dan sipil yang wafat saat menjalankan tugas, termasuk 59 personel yang gugur pada tahun lalu.

Dua dari puluhan personel yang menerima penghargaan tertinggi PBB tersebut merupakan bhayangkara dan prajurit asal Indonesia yang gugur pada tahun 2025. Mereka adalah Kopral Dua Eko Prambudi Santoso, yang bertugas pada Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), serta Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo, yang bertugas bersama Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

Selain itu, PBB juga mencatat bahwa pada tahun ini Indonesia kehilangan empat penjaga perdamaian yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) akibat dampak konflik Israel-Hizbullah. Para personel yang gugur tahun ini dijadwalkan akan dianugerahi Medali Dag Hammarskjöld secara anumerta pada upacara peringatan tahun depan.

Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-6 sebagai negara kontributor personel terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB. Indonesia telah mengirimkan hampir 2.000 personel militer dan polisi—termasuk 156 di antaranya adalah personel perempuan—yang tersebar di berbagai operasi perdamaian dunia, seperti di Abyei, Republik Afrika Tengah, Siprus, Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Sudan Selatan, dan Sahara Barat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Berinvestasi dalam Perdamaian” (Investing in Peace). Di tengah tantangan penurunan sumber daya global, tema ini menegaskan kembali bahwa pasukan penjaga perdamaian tetap menjadi salah satu alat paling efektif bagi komunitas internasional untuk merespons konflik, mencegah eskalasi, melindungi warga sipil, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan. Saat ini, lebih dari 50.000 personel dari 118 negara bertugas di bawah bendera PBB pada 11 misi aktif di lingkungan paling kompleks di dunia.

Dalam pesan tertulisnya, Sekjen PBB António Guterres menekankan pentingnya dukungan finansial dan politik yang konsisten dari negara-negara anggota, sekaligus mengecam segala bentuk kekerasan yang menyasar pasukan PBB.

“Tidak seorang pun seharusnya meninggal saat mengabdi demi perdamaian. Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, dan Negara-Negara Anggota harus memenuhi kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel PBB setiap saat,” tegas Guterres.

Selain Medali Dag Hammarskjöld, Sekjen PBB juga akan menganugerahkan Medali Keberanian Luar Biasa “Captain Mbaye Diagne Medal for Exceptional Courage” kepada Kopral Matias Reyes (Uruguay) atas aksinya di Kongo, serta secara anumerta kepada Sergii Prykodko (Ukraina) yang gugur dalam misi evakuasi di Sudan Selatan pada Maret tahun lalu.

Penghargaan internasional lainnya juga diberikan kepada Mayor Abhilasha Barak dari India (UNIFIL) sebagai Military Gender Advocate of the Year 2025, serta Stephanie Königs dari Jerman (UNMISS) sebagai UN Woman Police Officer of the Year.

Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menambahkan bahwa berinvestasi dalam pasukan penjaga perdamaian di tengah meningkatnya konflik global berarti turut berinvestasi dalam stabilitas, pencegahan konflik, dan masa depan perdamaian itu sendiri.

 

Editor: beritapalu
Penulis: basri marzuki
Tanggal: 29 May, 2026

Leave a Reply

Upacara Harkitnas 2026 di Makodam XXIII/Palaka Wira. Rabu (20/5/2026). (©Pendam/Pw)
Militer

Dua satuan militer di Sulawesi Tengah, Kodam XXIII/Palaka Wira dan Korem 132/Tadulako, secara serentak menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Rabu (20/5/2026).