PALU, beritapalu.ID | Tujuh anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Palu berhasil khatam Al-Qur’an melalui program pembinaan rohani yang dijalankan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng).
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan menilai, pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak binaan, tidak hanya menyentuh aspek spiritual tetapi juga mengubah sikap dan pola pikir.
“Pembinaan rohani menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran diri. Anak-anak ini tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar Bagus dalam keterangannya, Kamis (16/04/2026).
Kepala LPKA Palu Welli menyebut, capaian tujuh anak binaan yang khatam Al-Qur’an menjadi indikator pembinaan berjalan efektif melalui pendampingan konsisten dan pendekatan personal.
“Ada tujuh anak binaan yang sudah khatam Al-Qur’an. Ini bukan sekadar capaian, tapi bagian dari proses perubahan yang kami lihat langsung, baik dari kedisiplinan maupun sikap mereka sehari-hari,” jelas Welli.
Salah satu anak binaan berinisial RS mengaku pembinaan rohani membuatnya lebih tenang dan mampu mengendalikan emosi.
“Sekarang saya lebih sabar dan lebih bisa berpikir sebelum bertindak. Mengaji setiap hari membuat hati lebih tenang,” ungkap RS.
Program pembinaan rohani dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan petugas serta pembina keagamaan di LPKA Palu sebagai bagian dari strategi pembinaan yang menitikberatkan pada perubahan perilaku dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Kanwil Ditjenpas Sulteng menargetkan anak binaan tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga memiliki bekal moral dan mental untuk menjalani kehidupan lebih baik setelah kembali ke masyarakat.





