JAKARTA, beritapalu.ID | Indonesia, ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, meluncurkan kajian nasional eTrade Readiness Assessment (eT Ready) yang dikembangkan bersama Badan PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) dengan koordinasi Kementerian Luar Negeri RI.
Kajian ini memberikan peta jalan berbasis bukti untuk memajukan ekosistem e-commerce dan perdagangan digital yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini didukung oleh Pemerintah Australia.
Kajian tersebut menguraikan langkah strategis memperkuat ekosistem e-commerce Indonesia, memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengembangkan sistem pembayaran digital dan tata kelola regulasi.
Dengan nilai sekitar USD 90 miliar pada 2024, ekonomi digital Indonesia menyumbang lebih dari sepertiga total ekonomi digital ASEAN. Sebagai satu-satunya anggota G20 di kawasan, Indonesia menempatkan perdagangan digital sebagai inti strategi pembangunan, sejalan dengan “Visi Indonesia Emas 2045”.
Wakil Sekretaris Jenderal UNCTAD Pedro Manuel Moreno menyatakan, “Indonesia menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat menjadi pendorong daya saing dan inklusi secara bersamaan. eTrade Readiness Assessment ini mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat koordinasi, memberdayakan UMKM, membangun kepercayaan dalam transaksi digital, serta memastikan ekonomi digital Indonesia tumbuh tangguh dan berkelanjutan.”
Kajian ini merupakan yang pertama dilakukan UNCTAD di negara anggota G20 dan yang pertama mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan lingkungan dalam analisis ekosistem perdagangan digital. Laporan mencakup koordinasi kebijakan, adopsi teknologi, partisipasi UMKM, kerangka hukum, pembayaran digital, serta inklusi keuangan. Isu lintas sektor seperti partisipasi perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, pelaku sektor informal, dan komunitas pedesaan juga menjadi bagian dari analisis.
Direktur Perdagangan Internasional Kementerian Luar Negeri RI Ditya Agung Nurdianto menegaskan, “Temuan dalam kajian ini akan membantu mengarahkan upaya Indonesia memperkuat ekosistem e-commerce dan perdagangan digital agar tumbuh lebih cepat, adil, aman, dan tangguh. Melalui kolaborasi dengan UNCTAD dan pemangku kepentingan nasional, Indonesia berkomitmen memajukan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.”
Peluncuran kajian ini mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan, dengan fokus pada penerjemahan prioritas nasional ke dalam aksi nyata yang mendukung penciptaan lapangan kerja, inovasi, dan pertumbuhan inklusif di seluruh Indonesia.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya