PaluPemkot PaluReligiSeni Budaya

MTQ XXVIII Tingkat Kota Palu Digelar 13–18 September 2025

×

MTQ XXVIII Tingkat Kota Palu Digelar 13–18 September 2025

Share this article
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu, Usman memimpin rapat persiapan MTQ XXVIII di Ruang Bantaya, Kantor Wali Kota Palu, Kamis (7/8/2025). (© Prokopim Setda Kota Pal;u/Yuspi)
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu, Usman memimpin rapat persiapan MTQ XXVIII di Ruang Bantaya, Kantor Wali Kota Palu, Kamis (7/8/2025). (© Prokopim Setda Kota Pal;u/Yuspi)

PALU, beritapalu.ID | Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Kota Palu Tahun 2025 akan dilaksanakan pada 13 hingga 18 September 2025 di Lapangan Gawalise, Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi.

Pelaksanaan kegiatan keagamaan tahunan tersebut dipersiapkan secara matang melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Palu, Usman di Ruang Bantaya, Kantor Wali Kota Palu, Kamis (7/8/2025).

Rapat yang diinisiasi oleh Bagian Kesra Setda Kota Palu ini dihadiri oleh perwakilan sejumlah OPD terkait, Kementerian Agama Kota Palu, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), camat, lurah, serta panitia penyelenggara.

Dalam rapat ditetapkan jadwal pendaftaran peserta dari 11 hingga 31 Agustus 2025, dengan verifikasi dan pendaftaran ulang pada 9 September 2025. Setiap kafilah dari 11 kecamatan wajib membawa berkas asli peserta, dengan jumlah maksimal 58 orang per kafilah.

Seluruh kafilah diwajibkan menyiapkan dua buah bendera kafilah, sinopsis tertulis, papan nama, serta spanduk yang dipasang di lokasi masing-masing. Selain itu, setiap kafilah juga harus melaporkan lokasi penginapan yang digunakan selama pelaksanaan MTQ.

Penyediaan fasilitas utama menjadi tanggung jawab bersama. Bagian Umum Setda Kota Palu berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyiapkan arena utama dan lokasi lomba, termasuk tenda, astaka, sound system, penerangan listrik, dekorasi, tiang bendera (MTQ, Merah Putih, dan kafilah), kipas angin di setiap ruang lomba, serta bangku dan kursi untuk peserta dan dewan hakim.

Kementerian Agama, Bagian Kesra, dan LPTQ Kota Palu bertugas menyusun teknis pelaksanaan musabaqah, administrasi lomba, serta menyiapkan insentif bagi dewan hakim dan hadiah bagi para juara (peringkat I, II, III, dan harapan I, II, III).

Sebagai tuan rumah, Kecamatan Ulujadi bersama jajaran kelurahan setempat akan membentuk panitia lokal untuk mendukung pelaksanaan teknis di lapangan, termasuk menyiapkan paduan suara dalam pengucapan Mars MTQ, Himne MTQ, dan Lagu Indonesia Raya.

Panitia juga menyiapkan sejumlah ruang khusus, antara lain: ruang rapat koordinasi dewan hakim (rakonsulda), ruang pelantikan dan orientasi dewan hakim dan panitera, sekretariat panitia pelaksana, serta 11 lokasi lomba yang tersebar di masjid, gedung, atau ruangan yang telah ditentukan.

Pemerintah Kota Palu berharap MTQ tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan minat masyarakat terhadap Al-Qur’an, khususnya di kalangan generasi muda. (afd/yus/*)

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 8 August, 2025
Pengunjung memperhatikan kain kulit kayu yang dipamerkan di Museum Sulteng, Selasa (5/5/2026). (© bmzIMAGES/.Basri Marzuki)
Feature

Selembar kain berwarna cokelat kemerahan tampak sederhana, menyimpan jejak panjang peradaban manusia di Sulawesi Tengah. Kain itu bukan ditenun dari benang, melainkan dipukul, direndam, dan diolah dari kulit kayu—sebuah teknik yang telah hidup sejak masa neolitikum dan masih bertahan hingga hari ini.