Foto

Masih Manusiawikah Kita..?

×

Masih Manusiawikah Kita..?

Share this article
(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)
(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Kebetulan saja lewat, namun seperti terantuk pada sebuah benda keras ketika pandangan sekonyong-konyong tertuju pada adegan tak direka sepasang suami isteri di sebuah hunian sementara (Huntara) berbentuk rumah panggung di Dusun III, Desa Tompe, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (20/12/2020) siang.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Dengan lemah lembut, sang suami menyuapi sang isteri yang sedang duduk di kursi kayu di teras Huntaranya. Si isteri sedang sakit, jangankan berdiri, menyuap diri sendiri saja tidak bisa. Peran itu lalu diambil alih sang suami, selain peran utamanya sebagai kepala keluarga yang sehari-harinya melaut.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Saya mungkin terlalu emosional untuk mengabadikan momentum ini, hingga beberapa kali menekan shutter kamera hasilnya selalu shake, bergetar, meskipun situasi cahaya saat itu cukup melimpah.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Tapi masa bodoh, menurutku manusiawi saja dan jujur mataku menjadi berkaca-kaca ketika tombol preview kupencet dan menyaksikan detail adegan itu, sungguh berada di titik clincher.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Semua punya alasan, lebih dari 300 kepala keluarga di tempat itu terpaksa membangun sendiri huntara dari sisa-sisa bangunan rumahnya yang hancur diterjang tsunami.
Setelah huntara mereka bangun, derita tampaknya tidak berakhir juga. Mereka harus bertahan dengan gempuran banjir rob yang bertandang dua kali sebulan untuk merendam huntara-huntara mereka.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Saya bisa membayangkan bagaimana berat dan sulitnya menjalani kehidupan bagi penyintas bencana di huntara itu sejak lebih dari dua tahun lalu, yaaa.. lebih dari dua tahun lalu atau sejak malapetaka bernama bencana itu menerjang.

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Saya tidak akan mengulang pertanyaan-pertanyaan yang sering mereka ajukan. Saya hanya ingin mengulang yang satu ini, masih manusiawikah kita..?

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

#photojournalist #photojournalism #reportage #storytelling #documentary #disaster #survivors #earthquake #tsunami #temporaryshelter #tompe #donggala #bmzimages

(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)
(foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Foto-foto ini sudah ditayangkan di laman instagram @bmz_bmz

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 21 December, 2020
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menaiki bus TransPalu untuk menumpang ke kantor di salah satu halte bus di Palu. Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Editorial

Perubahan besar terjadi di halte-halte Bus TransPalu Kota Palu sejak awal minggu ini. Tempat-tempat yang biasanya sepi, kini dipenuhi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantre dengan sabar menunggu bus tiba.

Warga mengambil Burasa untuk disantap pada Lebaran Burasa di Masjid At-Tauhid, Kayumalue Ngapa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Malam itu, aroma santan menguar dari balik lipatan daun pisang yang tersusun rapi di atas nampan-nampan. Di dalam Masjid At-Tauhid, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kota Palu, puluhan warga duduk bersila di atas karpet hijau, bahu-membahu, piring-piring kecil berjajar di hadapan mereka.

Warga membeli ikan cakalang di Pasar inpres Manonda, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Suasana Pasar Manonda di hari keempat pascalebaran sudah ramai seperti biasa. Meja-meja lapak basah berjejer, dipenuhi ikan segar yang mengilap terkena cahaya lampu. Di antara kerumunan pembeli, Eni berjalan pelan, matanya menyapu deretan ikan laut yang tersusun rapi.

Pedagang menyiapkan dagangannya di Pasar Tradisional Dolo, Sigi, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Matahari belum sepenuhnya naik ketika lapak-lapak di Pasar Tradisional Dolo sudah ramai. Para pedagang menggelar dagangan mereka di atas terpal aneka warna, menata sayuran segar, rempah-rempah, dan buah-buahan dengan cara yang sudah dilakukan bertahun-tahun lamanya — sederhana, tanpa banyak dekorasi, tapi semuanya tampak dan tercium segar.

Sejumlah warga berisap menaiki bus TransPalu di Palu, Senin (23/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Tidak perlu khawatir soal ongkos, dan tidak perlu pusing soal bensin. Selama tiga hari libur Lebaran — 22 hingga 24 Maret 2026 — bus TransPalu melayani warga Kota Palu sepenuhnya gratis. Cukup tunggu di halte, naik, dan nikmati perjalanan keliling kota sepuasanya.