Foto

Solidaritas untuk Bayu Adhityawan

×

Solidaritas untuk Bayu Adhityawan

Share this article
Seorang mahasiswa mengenakan kaos bertuliskan Justice for Bayu saat menggelar aksi solidaritas keadilan untuk Bayu Adhityawan di depan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (7/10/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Seorang mahasiswa mengenakan kaos bertuliskan Justice for Bayu saat menggelar aksi solidaritas keadilan untuk Bayu Adhityawan di depan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (7/10/2024). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.com (@berita_palu)

HENING, tak ada suara, kecuali kendaraan yang lalu lalang. Namun ada bentangan spanduk sepanjang tujuh meter bertuliskan #KeadilanUntukBayu dan sejumlah pamflet yang menuntut reformasi di insitusi kepolisian, transparansi prosedur kepolisian, evaluasi kinerja kepolisian dan beberapa pamflet lainnya.

Ya, di Senin (7/10/2024) sore itu di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah yang berhadapan dengan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, puluhan mahasiswa gabungan dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi solidaritas untuk keadilan bagi Bayu Adhityawan, seorang tahanan Polresta Palu yang diduga tewas secara tak wajar.

Para mahasiswa itu menggelar aksi itu sebagai bentuk dukungan moral kepada keluarga Bayu Adhityawan sekaligus desakan kepala Polda Sulteng yang telah mengambil alih kasus itu dari Polresta Palu untuk terus mengusut dan mengungkap fakta sebenarnya terhadap kejadian tragis itu.

“Aksi ini harus kami gelar sebagai salah satu bentuk tekanan bahwa masyarakat kita resah dan butuh keadilan serta kebenaran. Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin dugaan kekerasan itu bisa saja terjadi pada kita semua,” kata Tasman Sudirman, Koordinator Lapangan aksi solidaritas itu.

Ini juga katanya sebagai tindak lanjut dari hasil rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI yang menugaskan aparat setempat untuk melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan penganiayaan terhadap tahanan yang menyebabkan kematian itu.

Naskah dan foto: bmzIMAGES/Basri marzuki

Editor: beritapalu
Penulis: beritapalu
Tanggal: 8 October, 2024
Siswa mengenakan baju tradisional berjalan di atas karpet pada fashion show merayakan Hari Kartini di SD Inpres Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Suasana di SD Inpres Palupi, Palu, Selasa (21/4/2026) berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WITA, satu per satu siswa berdatangan dengan balutan pakaian tradisional. Anak laki-laki mengenakan batik, beberapa lengkap dengan peci atau penutup kepala khas daerah, sementara anak perempuan tampil anggun dengan kebaya dan busana tradisional beragam warna.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menaiki bus TransPalu untuk menumpang ke kantor di salah satu halte bus di Palu. Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Editorial

Perubahan besar terjadi di halte-halte Bus TransPalu Kota Palu sejak awal minggu ini. Tempat-tempat yang biasanya sepi, kini dipenuhi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantre dengan sabar menunggu bus tiba.

Warga mengambil Burasa untuk disantap pada Lebaran Burasa di Masjid At-Tauhid, Kayumalue Ngapa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Malam itu, aroma santan menguar dari balik lipatan daun pisang yang tersusun rapi di atas nampan-nampan. Di dalam Masjid At-Tauhid, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kota Palu, puluhan warga duduk bersila di atas karpet hijau, bahu-membahu, piring-piring kecil berjajar di hadapan mereka.

Warga membeli ikan cakalang di Pasar inpres Manonda, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Suasana Pasar Manonda di hari keempat pascalebaran sudah ramai seperti biasa. Meja-meja lapak basah berjejer, dipenuhi ikan segar yang mengilap terkena cahaya lampu. Di antara kerumunan pembeli, Eni berjalan pelan, matanya menyapu deretan ikan laut yang tersusun rapi.

Pedagang menyiapkan dagangannya di Pasar Tradisional Dolo, Sigi, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Matahari belum sepenuhnya naik ketika lapak-lapak di Pasar Tradisional Dolo sudah ramai. Para pedagang menggelar dagangan mereka di atas terpal aneka warna, menata sayuran segar, rempah-rempah, dan buah-buahan dengan cara yang sudah dilakukan bertahun-tahun lamanya — sederhana, tanpa banyak dekorasi, tapi semuanya tampak dan tercium segar.

Sejumlah warga berisap menaiki bus TransPalu di Palu, Senin (23/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Tidak perlu khawatir soal ongkos, dan tidak perlu pusing soal bensin. Selama tiga hari libur Lebaran — 22 hingga 24 Maret 2026 — bus TransPalu melayani warga Kota Palu sepenuhnya gratis. Cukup tunggu di halte, naik, dan nikmati perjalanan keliling kota sepuasanya.