KesehatanPaluPemkot Palu

Kasus HIV/AIDS di Kota Palu Tembus 2.024 Kasus, Tertinggi di Sulteng

×

Kasus HIV/AIDS di Kota Palu Tembus 2.024 Kasus, Tertinggi di Sulteng

Share this article
Wawali Imelda Liliana Muhidin bersama Kadis Kesehatan kota Palu pada simposium HIV-Aids di Untad, Senin (8/6/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Iwan)
Wawali Imelda Liliana Muhidin bersama Kadis Kesehatan kota Palu pada simposium HIV-Aids di Untad, Senin (8/6/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Iwan)

PALU. beritapalu.id | Jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Palu dilaporkan kembali meningkat hingga menyentuh angka 2.024 kasus, yang menempatkan ibu kota Provinsi Sulteng ini berada di posisi pertama dengan akumulasi kasus tertinggi di tingkat provinsi.

Data tren peningkatan tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin saat menjadi narasumber dalam Simposium Edukasi HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh eLSAM Universitas Tadulako (Untad) di Conference Room Fakultas Ekonomi Untad, Senin (8/6/2026).

Imelda menjelaskan, terjadi penambahan dua kasus baru dalam kurun waktu dua minggu terakhir dari data sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.022 kasus. Menurutnya, temuan ini menunjukkan dua sisi; keberhasilan skrining dinas terkait sekaligus alarm keras bagi masyarakat.

“Dua minggu lalu ketika saya berada di Vatulemo, data yang saya terima masih 2.022 kasus. Sekarang datanya sudah 2.024 kasus, artinya terdapat penambahan dua kasus. Di satu sisi saya senang karena ini menunjukkan proses skrining berjalan baik. Tetapi di sisi lain saya sedih, karena ini bukan angka yang main-main. Ini angka yang besar,” ungkap Imelda.

Ia menilai, status Kota Palu sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat aktivitas masyarakat—termasuk menjadi tujuan para perantau dan mahasiswa dari berbagai daerah—menjadi faktor kedatangan mobilitas tinggi yang harus diantisipasi bersama secara serius.

Di samping itu, Wakil Wali Kota juga menyampaikan keprihatinan mendalam karena berdasarkan laporan berkala yang diterimanya, sebaran kasus mematikan ini bahkan sudah menyasar anak-anak di bawah umur.

“Saya sedih ketika pertama kali disampaikan laporan terkait kasus AIDS. Bahkan ada yang mengidapnya sejak usia SD (Sekolah Dasar). Ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh dipandang enteng,” tegasnya.

Guna menekan laju penularan, Pemkot Palu sejauh ini telah menjalankan berbagai program pencegahan, termasuk menerjunkan para duta dan relawan untuk sosialisasi langsung ke akar rumput. Imelda pun mengajak sektor akademisi dan mahasiswa Untad untuk ikut mengambil peran aktif melalui kolaborasi ide dan inovasi edukasi.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dari mahasiswa, akademisi, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat agar kita dapat menekan angka kasus HIV/AIDS di Kota Palu,” pungkasnya.

Selain Wakil Wali Kota, simposium yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan civitas akademika kampus setempat tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, sebagai pemateri pendamping.

 

Editor: beritapalu
Penulis: Imron Nur Huda
Tanggal: 8 June, 2026
Untuk update berita di beritapalu.id, ikuti saluran kami di sini: Saluran WhatsApp

Leave a Reply