Pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini melalui kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan menghemat air. Pelatihan Guru PAUD Pilah dengan tema “PAUD Cinta Bumi” dirancang untuk meningkatkan kapasitas pendidik anak usia dini dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan melalui aktivitas keseharian di sekolah.
PALU, beritapalu.id | Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu Diah Puspita membuka Pelatihan Guru PAUD Pilah pada Sabtu (23/05/2026) di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu. Pelatihan yang mengangkat tema “PAUD Cinta Bumi: Penguatan Peran Guru dalam Edukasi Sampah, 3R, dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan” ini menargetkan peningkatan kapasitas pendidik anak usia dini dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Dalam sambutannya, Diah menekankan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fase golden age, di mana anak sangat mudah menyerap dan merekam setiap pembelajaran. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai positif termasuk kepedulian lingkungan perlu dilakukan sejak usia tersebut.
“Hal-hal baik yang diajarkan sejak usia dini akan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” ujar Diah.
Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam membangun karakter cinta lingkungan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan lingkungan dapat dimulai dari aktivitas konkret seperti membiasakan anak membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan dengan benar, menghemat penggunaan air, membawa botol minum sendiri, dan membawa bekal dari rumah.
DIkatakan, kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak hanya membentuk perilaku ramah lingkungan, tetapi juga mampu menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial pada anak sejak usia dini. Selain itu, anak-anak juga perlu diajak untuk menanam dan merawat tanaman secara bersama-sama agar tumbuh rasa cinta terhadap alam dan lingkungan sekitar.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam proses pendidikan karakter anak. Pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga memerlukan peran aktif keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
“Kami berharap ada kerja sama yang baik antara guru dan orang tua agar nilai-nilai positif yang diajarkan di sekolah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Diah.
Bunda Diah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan jumlah peserta yang lebih banyak sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh para guru PAUD di Kota Palu. Melalui pelatihan tersebut diharapkan para guru PAUD dapat mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam proses pembelajaran, sehingga melahirkan generasi yang cerdas sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.









