SIGI, beritapalu.ID | Pemerintah Kabupaten Sigi tengah melakukan validasi ketat terhadap data warga prasejahtera yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 (masyarakat paling rentan ekonomi). Langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa calon siswa yang akan menempati gedung permanen Sekolah Rakyat Sentra Nipotowe benar-benar berasal dari keluarga yang paling membutuhkan.
Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, mengungkapkan bahwa proses verifikasi faktual sedang berjalan intensif di lapangan dengan melibatkan tim gabungan dari BPS, Dinas Sosial, Disdukcapil, hingga penggerak PKK.
“Kami sedang melakukan verifikasi faktual melalui Musyawarah Desa (Musdes) agar data lebih akurat. Saat ini, dari lima kecamatan saja, sudah tercatat sekitar 3.200 sasaran awal yang terus kami validasi datanya,” ujar Rizal usai meninjau Sekolah Rakyat Sentra Nipotowe, Senin (20/4/2026).
Pembersihan Data dan Target Pembangunan
Rizal menjelaskan bahwa validasi ini sangat krusial untuk melakukan pembersihan data, seperti menghapus catatan warga yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili namun masih terdaftar sebagai penerima bantuan. Akurasi data ini akan menjadi rujukan utama dalam rekrutmen siswa saat fasilitas sekolah permanen mulai beroperasi.
Mengenai infrastruktur, Bupati memastikan pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat di Desa Kombo akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026 ini.
“Kehadiran Bapak Menteri Sosial ke sini adalah untuk memastikan percepatan itu. Kami targetkan tahun ini juga, baik itu di bulan Juli atau Oktober, pembangunan gedung permanen harus sudah dimulai,” tegasnya.
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Selain fokus pada pendidikan, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Kementerian Sosial juga menyiapkan program penguatan ekonomi bagi orang tua siswa. Skema ini dirancang agar bantuan sosial tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi menjadi pemantik bagi kemandirian keluarga.
“Sesuai arahan pusat, orang tuanya juga akan diberdayakan melalui berbagai program penguatan ekonomi. Harapannya, sementara anaknya menempuh pendidikan yang berkualitas, ekonomi keluarganya pun ikut terangkat,” pungkas Rizal.
Upaya integrasi antara pendidikan gratis berkualitas dan pemberdayaan ekonomi ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sigi.











