Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menghadiri Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar BPS Kota Palu, Kamis (4/6/2026). Sensus yang menargetkan pendataan 61 ribu pelaku usaha ini dimulai sebagai langkah strategis menyediakan data untuk dasar kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
PALU, beritapalu.id | Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menghadiri sekaligus bertindak sebagai pembina pada Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu di Lapangan Kantor Wali Kota Palu, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Palu dengan target pendataan sekitar 61 ribu pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah.
Dalam amanatnya, Wali Kota Hadianto menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah strategis dalam menyediakan data yang dibutuhkan pemerintah untuk merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.
“Data merupakan hal yang fundamental dalam mengarahkan kebijakan dan strategi pembangunan. Sensus Ekonomi 2026 merupakan upaya yang sangat penting untuk membangun basis data yang dibutuhkan pemerintah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan,” ujar Wali Kota.
Wali Kota menambahkan bahwa Pemerintah Kota Palu sangat terbantu dengan pelaksanaan sensus karena hasilnya dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kota Palu. Data tersebut akan menjadi dasar dalam memperkuat berbagai program pembangunan, termasuk penanganan kemiskinan, peningkatan kesempatan kerja, dan penguatan sektor usaha.
Kepala BPS Kota Palu, Agus Santoso menjelaskan bahwa Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 merupakan launching pelaksanaan sensus yang telah dipersiapkan sejak tahun 2025 melalui pengumpulan dan pemutakhiran data pelaku usaha dari berbagai sumber, termasuk instansi pemerintah dan perbankan.
Pendataan lapangan secara door-to-door akan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kota Palu menyiapkan 282 petugas pendataan, termasuk tujuh petugas khusus yang bertugas mendata usaha berskala besar.
Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh jenis usaha yang ada di Kota Palu, mulai dari usaha yang memiliki tempat usaha fisik, usaha rumahan, usaha berbasis internet, pekerja kreatif digital, konsultan, hingga berbagai bentuk usaha lainnya. Saat ini terdapat 22 kategori lapangan usaha yang menjadi cakupan sensus, termasuk usaha digital dan usaha berbasis internet yang terus berkembang.
Hasil sensus nantinya akan menghasilkan informasi mengenai jumlah usaha, karakteristik usaha, serta jumlah tenaga kerja pada masing-masing sektor ekonomi. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan sektor-sektor yang membutuhkan perhatian, penguatan, maupun intervensi kebijakan.
“Jika sektor perdagangan menjadi sektor yang paling dominan dan menyerap tenaga kerja terbesar, maka pemerintah dapat memberikan perhatian melalui berbagai program penguatan usaha, pelatihan, maupun kebijakan lainnya,” jelasnya.
Dalam kegiatan juga dilakukan pemindaian barcode secara simbolis oleh perwakilan pelaku usaha, menandai metode pendataan mandiri di mana pelaku usaha dapat mengisi data usahanya sendiri melalui sistem BPS. BPS juga menyediakan metode pendataan menggunakan perangkat digital dan formulir pendataan lapangan yang dilakukan langsung oleh petugas.
BPS Kota Palu mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada petugas sensus karena seluruh petugas telah dibekali identitas resmi dan pelatihan khusus. BPS juga memastikan bahwa data yang diberikan masyarakat bersifat rahasia dan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.











